Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami perkenalkan pekerjaan penanggulangan penyakit tubercolusis TBC di Tiongkok.
Tanggal 24 Maret adalah Hari TBC Sedunia. Propaganda Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun ini ditetapkan sebagai ' Saya Kontrol TBC' dengan bertujuan menghimbau setiap orang berupaya mengontrol penyakit TBC.

TBC merupakan penyakit menular yang kronik, dan disebabkan oleh mikobakteri TBC, di antaranya penyakit TBC paru-paru adalah paling umum. Dalam sejarah, penyakit TBC pernah sama dengan penyakit menular lainnya, misalnya cacar, pes dan kolera, menyebar luas di seluruh dunia. Tanggal 24 Maret tahun 1882, sarjana Jerman Robert Koch mengumumkan telah menemukan mikobakteri adalah bakteri patogenik TBC, penemuan itu telah mendatangkan terobosan bagi pengontrolan TBC. Selanjutnya, seiring dengan berhasilnya penelitian dan pembuatan obat-obatan anti TBC, pandemik TBC dapat dikontrol dengan efektif dan ternyata musnah di sejumlah daerah. Untuk memperingati penemuan maha besar Robert Koch, WHO dan Uni Internasional Anti TBC dan Penyakit Paru-paru menetapkan tanggal 24 Maret setiap tahun sebagai Hari TBC Sedunia.
Sejak tahun 1990-an, karena bertambahnya peredaran populasi, tidak sedikit negara mengabaikan penyakit TBC dan banyak faktor lain, sehingga TBC sekali lagi merajalela di lingkup seluruh dunia. Bulan April tahun 1993, WHO mengumumkan seluruh dunia berada dalam keadaan kritis penyebaran TBC. Pada akhir tahun 1995, WHO dan organisasi internasional lainnya bersama memprakarsai untuk meningkatkan daya pengaruh Hari TBC Sedunia dalam rangka mengundang perhatian umum terhadap masalah TBC.
Dewasa ini, keadaan pengontrolan TBC di seluruh global tetap serius. Berdasarkan laporan tahunan yang diumumkan WHO tanggal 17 Maret lalu, pada tahun 2006 seluruh dunia bertambah 9,2 juta kasus TBC, dan sekitar 1,7 juta orang meninggal gara-gara TBC. Kawasan Afrika merupakan daerah rawan TBC, sedangkan kawasan Asia merupakan daerah yang paling banyak penderita TBC-nya. Pengontrolan TBC global berjalan lamban karena terkekang oleh banyak unsur, di antaranya termasuk bertambah jumlahnya kuman TBC yang kebal aneka obat, interaksi penyakit TBC dan HIV/AIDS dan kekurangan dana untuk pencegahan dan pengobatan penyakit TBC.

Selanjutnya kami perkenalkan keadaan penyebaran penyakit TBC dan penanggulangannya di Tiongkok.
Menurut penjelasan badan terkait Daerah Otonom Mongolia Dalam, Tiongkok utara, dari tahun 1979-2000, daerah otonom tersebut telah mengadakan 4 kali survei epidemiologi TBC. Berdasarkan pemantauan dan penemuan epidemiologi selama beberapa tahun ini, epidemiologi TBC di daerah otonom tersebut muncul kecirian tingkat infeksi tinggi, tingkat pengidapannya tinggi, tingkat kematiannya tinggi, tingkat kekebalan obat tinggi dan tingkat kejangkitan di daerah pedesaan dan peternakan tinggi. Terutama tingkat berjangkitnya kuman TBC kebal obat lebih tinggi daripada taraf rata-rata seluruh negeri.
Selama beberapa tahun ini, di Daerah Otonom Mongolia Dalam terdapat hampir seratus orang yang meninggal gara-gara TBC. Penyakit menular tersebut telah menjadi unsur penting yang mengekang perkembangan ekonomi daerah tersebut dan mengakibatkan kaum tani dan penggembala menjadi miskin karena mengidap TBC. Dewasa ini, tugas pengontrolan TBC di Mongolia Dalam sangat berat. Khususnya termanifestasi pada penyebarluasan bakteri TBC yang kebal obat, bertambahnya peredaran populasi, infeksi ganda bakteri TBC dan HIV/ AIDS, semuanya itu telah menambah kesulitan dalam pengontrolan TBC.
Pejabat terkait Provinsi Shanxi, Tiongkok utara dalam penjelasannya mengatakan bahwa dana yang dikucurkan untuk pengobatan TBC di provinsi tersebut bertambah setiap tahun, dari tahun 2003-2007, total dana untuk pengobatan penyakit TBC mencapai 57,6 juta yuan RMB, merupakan kucuran dana paling banyak dalam pengontrolan TBC di dalam sejarah Shanxi, langkah tersebut telah memainkan peranan pendorong bagi perawatan kesehatan massa dan perkembangan ekonomi Shanxi.
Menurut penghitungan, di Provinsi Shanxi kini terdapat 150.000 penderita TBC aktif, di antaranya sekitar 50.000 penderita TBC menular, setiap tahun ditemukan 15.000 kasus baru TBC, sekitar 80 persen penderita bermukim di pedesaan, wabah TBC berkecenderungan naik dan tugas pengontrolannya sangat berat.
Berikut kami perkenalkan keadaan penanggulangan TBC di Provinsi Guangdong, di daerah tersebut diterapkan pemberian hadiah berupa uang terhadap pelaporan kasus TBC oleh tenaga medis berbagai tingkat, membakukan pengobatan TBC dan tetap menerapkan kebijakan pemeriksaan dan pengobatan gratis terhadap penderita TBC. Di kota-kota Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Dongguan dan Zhongshan sejak tahun 2001 susul menyusul diadakan pengobatan gratis terhadap penderita TBC di kalangan buruh migran.
Walaupun hasil pengontrolan penyakit TBC di Guangdong sangat menonjol, tapi juga mengalami ujian yang berat. Epidemi TBC tetap serius dan merupakan satu penyakit menular yang paling tinggi tingkat kejangkitannya dewasa ini.
Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran modern, dipromosinya terus obat-obatan yang mujarab, asalkan dapat mempertahankan penggunaan obat dan proses pengobatan selama setengah tahun, penyakit TBC kini merupakan penyakit yang sama sekali dapat disembuhkan.
Penyuluhan pengontrolan penyakit TBC juga dimeratakan di kalangan mahasiswa Provinsi Jilin. Mahasiswa sebagai suatu kelompok khusus dan rumit dalam masyarakat, peredaran mereka sangat luas dan kontak sosialnya sangat erat, ditambah kurang kemampuan mereka dalam menjaga kesehatannya sendiri, semuanya itu telah menyediakan syarat yang berkemungkinan bagi berjangkitnya penyakit TBC, tidak hanya tingkat kejangkitannya melampaui kelompok usia sebaya di masyarakat, juga terdapat kemungkinan meledak dan menyebar luasnya penyakit tersebut, maka, para mahasiswa melalui penyuluhan tidak saja dapat menguasai pengetahuan mengenai pengontrolan penyakit TBC, juga menyadari banyak kebiasaan sanitasi dan pola kehidupan yang kurang baik dalam kehidupan sehari-hari.

















