Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan sumbangan tikus putih percobaan untuk medis.
Tahun 2008 adalah Tahun Tikus menurut penanggalan Imlek Tiongkok. Tapi dalam benak setiap orang, tikus dibenci karena dapat menyebarkan penyakit menular ke manusia. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, tikus-tikus percobaan di laboratorium telah memberikan sumbangan yang maha besar bagi kesehatan manusia. Berikut akan kami perkenalkan hal itu.
Di sebuah laboratorium Shanghai, Doktor Ding Yuqiang sedang mengadakan eksperimen. Ia menaruh sejumlah tikus ke atas landasan berbentuk salib yang tingginya satu meter ke atas, sebagian landasan di pasang pagar lindung, dan sebagian tidak dipasang. Dalam eksperimen ditemukan, sejumlah tikus bersembunyi di belakang pagar lindung, dan sejumlah lainnya ke luar bermain-main di tempat yang tidak ada pagarnya. Ding Yuqiang mengatakan, kami telah melakukan proses medis terhadap tikus yang bersembunyi di belakang pagar lindung sehingga tampak gejala seperti orang dalam keadaan gelisah. Dikatakannya, " Di bidang yang kami geluti, terutama menggunakan sejumlah tikus sebagai model untuk meneliti sejumlah penyakit jiwa manusia, termasuk depresi, gelisah dan gangguan stres pasca-trauma."
Eksperimen sejenis setiap hari terus dilakukan di laboratorium dalam dan luar negeri. Sejak awal abad ke-20, tikus tidak saja merupakan alat bagi manusia meneliti penyakit, juga dipakai sebagai sasaran uji coba dan tes obat baru, dan telah memberikan sumbangan yang maha besar bagi manusia menanggulangi berbagai jenis penyakit.
Pusat bibit hewan uji coba jenis binatang pengerat nasional di Beijing merupakan suatu tempat terkenal bagi kalangan periset medis. Sejak dibentuknya pusat tersebut pada tahun 1988, ilmuwan yang tak terbilang jumlahnya telah menggunakan berbagai jenis tikus dari pusat itu untuk penelitian ilmiah. Wakil Direktur pusat tersebut Wang Jinheng mengatakan, "Tugas utama pihaknya ialah mengintrodusi, mengumpulkan dan memelihara bibit hewan uji coba, menyediakan bibit sejenis yang memenuhi standar bagi pelanggan dalam dan luar negeri. Menurut statistik yang tidak lengkap, pusat tersebut telah menyediakan hampir 30.000 ekor tikus bibit kepada 50 lebih unit dari 20 provinsi dan kota Tiongkok."
Wang Jinheng dalam penjelasannya mengatakan, " Sebabnya periset memilih tikus sebagai hewan percobaan karena tikus mempunyai banyak keunggulan. Pertama, banyak gena tikus relatif mirip dengan manusia, kedua, dalam binatang menyusui (mamalia), kemampuan berkembangbiak tikus sangat tinggi, relatif cocok untuk digunakan dalam eksperimen massal. Selain itu, tipe bentuk badan tikus kecil, mudah dipelihara dan obat yang digunakan di badannya dapat relatif cepat termanifestasi."
Suhu dalam pusat pembiakan tikus putih umumnya dipelihara pada 19-21 derajat celsius, sedangkan tingkat kelembabannya mencapai 55-65 persen, ventilasi udara mencontoh standar biological cleaning room NASA AS, dan tingkat kebersihannya hampir mencapai kamar bedah di RS.
Pakan tikus adalah makanan kompon yang gizinya seimbang yang disediakan badan profesional, derajat kekerasan pakan cocok bagi tikus mengasah gigi. Pakan tikus harus terlebih dahulu disuci hama dan melalui radiasi sebelum dikirim ke pusat itu, setelah sampai ke pusat, kemasan dibuang dan disteril oleh sinar ultraviolet, selanjutnya baru dapat untuk mengumpani tikus. Air minum tikus adalah air murni, botolnya juga harus disucihama dengan tuntas.
Semua pekerja di dalam pusat tersebut harus menaruh perhatian besar terhadap sanitasi, misalnya sebelum memasuki pusat harus mandi dahulu, menggosok gigi dengan pasta khusus, mengenakan baju yang sudah disteril, memakai masker dan sepatu khusus. Para pekerja dilarang menggaruk-garuk kepala, mengorek hidung, sampai pun kalau mau buang air kecil dan besar juga harus menunggu sampai semua pekerjaan selesai.
Usia harapan hidup seekor tikus umumnya tidak sampai dua tahun, sedangkan usia harapan hidup tikus putih percobaan yang mengorbankan diri untuk uji coba ilmiah lebihlah pendek. Untuk lebih berperikemanusiaan melindungi binatang itu, pusat tersebut umumnya melakukan eutanasia kepada tikus, dan tikus yang digunakan untuk uji coba ilmiah juga harus dikremasi. Periset pusat tersebut, Zhang Yepin dalam penjelasannya mengatakan, sekarang masalah kesejahteraan binatang mengundang perhatian umum, Tiongkok walaupun sejauh ini belum mengeluarkan peraturan tertentu, tapi sejumlah hukum dan peraturan lokal dan sektor usaha dengan jelas menuntut harus memperlakukan dengan baik hewan percobaan. Dewasa ini, kalangan periset medis internasional mengajukan pula usul untuk mengurangi secara berangsur-angsur penggunaan hewan percobaan. Zhang Yepin mengatakan," Sekarang di dunia sudah populer mengurangi dan mengganti secara berangsur-angsur hewan percobaan, dan pada kenyataannya adalah tidak mungkin harus sama sekali menggunakan non binatang dan non jiwa untuk menggantikan hewan percobaan, tapi dapat dengan cara lain mengurangi penggunaan hewan percobaan."
Tikus telah memberikan sumbangan maha besar bagi umat manusia untuk menanggulangi penyakit, umum dalam banyak bentuk menyatakan peringatan terhadap sumbangan tikus percobaan, misalnya di banyak laboratorium Tiongkok dibangun pula monumen untuk tikus percobaan.

















