Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami perkenalkan upaya Tiongkok dalam mengontrol rokok dengan memanfaatkan Olimpiade Beijing.
Masyarakat mengetahui dengan jelas bahaya merokok terhadap kesehatan. Di Tiongkok setiap tahun terdapat sekitar satu juta orang yang meninggal gara-gara berbagai penyakit yang diakibatkan merokok. Untuk menciptakan suatu lingkungan sosial yang menguntungkan pelarangan merokok, Kota Beijing baru-baru ini mengumumkan sebuah keputusan yang pertama kali menuntut pelarangan merokok di restoran, hotel, pusat pelatihan, holiday resort dan di tempat umum lainnya, dan telah mengundang perhatian luas masyarakat. Berikut rinciannya.
Baru-baru ini, sebuah keputusan baru Kota Beijing mengenai pelarangan merokok di tempat umum dikemukakan dalam situs web terkait pemerintah Kota Beijing dan meminta pendapat warga secara terbuka. Keputusan tersebut telah memperluas lingkup pelarangan merokok di tempat umum, untuk pertama kali menuntut pelarangan merokok di dalam dan luar tempat umum seperti stadion, lapangan olahraga dan tempat kebugaran badan, bersamaan juga untuk pertama kali mengajukan pelarangan sejenis di restoran dan hotel. Keputusan tersebut masih menetapkan dengan jelas, kalau warga yang merokok di tempat umum yang dilarang dan gagal dibujuk dan dicegah untuk tidak melakukan hal itu, si perokok akan dikenakan denda di bawah 50 yuan RMB ke bawah.
Dikabarkan, keputusan itu akan diberlakukan pada akhir bulan Mei mendatang. Sudah nyata, pejabat kesehatan Kota Beijing menjadikan hal itu sebagai suatu kesempatan baik untuk mendorong langkah pelarangan merokok menjelang tibanya Olimpiade.
Keputusan baru itu telah mengundang perhatian warga kota yang luas, banyak warga menyatakan dukungan terhadap hal itu. Mereka berpendapat pelarangan merokok bermanfaat bagi kesehatan badan, sementara bermanfaat bagi menciptakan lingkungan sosial yang kondusif dan sehat penyelenggaraan Olimpiade.
Berdasarkan penjelasan pakar, dalam asap yang dihasilkan rokok terdapat lebih dari 40 jenis bahan berbahaya pemicu kanker, sekitar 10 jenis materi yang mendorong pertumbuhan sel kanker, di antaranya yang paling membahayakan ialah nikotin, karbon monoksida dan persenyawaan banyak jenis logam. Kadar nikotin dalam sebatang rokok dapat membunuh seekor tikus putih, tapi yang lebih serius ialah, gangguan asap rokok terhadap kesehatan orang di sekitarnya mungkin jauh melampaui hal yang dibayangkan kami. Hasil penelitian menunjukkan, bahaya asap rokok terhadap orang di sekitar—perokok pasif, lebih tinggi dari pada si perokok sendiri.
Pakar Yu Hongxia dari RS Persahabatan Tiongkok-Jepang menunjukkan, di Tiongkok setiap tahun terdapat 100.000 perokok pasif meninggal, wanita dan anak-anak adalah korban terbesar karena turut mengisap asap sampingan. Dikatakannya, " Ketika menghirup asap sampingan, anak-anak berada dalam keadaan tidak sadar, maka, paru-paru dan saluran pernapasan mereka mudah terinfeksi penyakit, sehingga proporsi kejangkitan penyakit saluran pernapasan dan asma lebih tinggi. Ini sama halnya dengan kaum wanita. Tingkat kejangkitan kanker paru-paru perokok pasif lebih tinggi dari pada mereka yang bukan perokok pasif."
Menurut penjelasan, bahaya rokok merupakan salah satu masalah kesehatan umum yang paling serius di dunia sekarang. Menurut data statistik Organisasi Kesehatan Dunia WHO, populasi perokok di dunia kini mencapai 1,3 miliar, dan setiap tahun tercatat 5 juta orang yang meninggal gara-gara penyakit akibat merokok. Laporan WHO tahun 2002 menunjukkan, kalau tidak mengontrol rokok, sampai tahun 2020, setiap tahun akan terdapat 9 juta orang yang meninggal gara-gara merokok.
Tahun ini adalah tahun ketiga diberlakukannya Konvensi Kerangka Pengontrolan Tembakau WHO di Tiongkok, mengintensifkan pelaksanaan konvensi dan pembangunan kemampuan jaringan pengontrolan rokok merupakan titik berat pekerjaan tersebut di Tiongkok. Pejabat terkait Pusat Pengontrolan Penyakit Negara Tiongkok, Jiang Yuan dalam penjelasannya mengatakan, Tiongkok telah membangun mekanisme pelaksanaan konvensi yang sempurna dan mengambil serentetan langkah untuk menjamin hasil pelaksanaan konvensi. Dikatakannya, " Tiongkok telah membentuk mekanisme pelaksanaan konvensi dari lapisan pemerintah. Kini terdapat banyak hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pengontrolan rokok yang tengah direvisi termasuk peraturan pengelolaan kesehatan umum dan iklan rokok. Untuk meningkatkan pengontrolan rokok dan mengintensifkan pembangunan kemampuan jaringan kontrol rokok, Tiongkok pada dua tahun sebelumnya telah mengalokasi dana khusus untuk pembangunan kemampuan jaringan kontrol rokok."
Menurut penjelasan, Tiongkok tahun ini akan mengadakan pemantauan terhadap kelompok perokok titik berat di 31 provinsi, daerah otonom dan kota setingkat provinsi, mengumpulkan informasi terkait mengenai ulah merokok yang menjadi mode serta kemampuan kontrol rokok, mengadakan intervensi terpadu kontrol rokok di lapisan yang berbeda, dan meningkatkan kemampuan pembangunan kontrol rokok tingkat provinsi.
Sasaran konkretnya termasuk mengadakan kegiatan kontrol rokok dalam berbagai bentuk di lingkup yang besar, menciptakan lingkungan seluruh masyarakat untuk mendukung kontrol rokok, membangun dan menyempurnakan sistem pemantauan yang ditujukan pada ulah kelompok perokok titik berat serta kemampuan kontrol rokok, membangun lapangan kerja bebas rokok, membentuk jaringan pekerjaan pengontrolan rokok dan penghilangan kebiasaan merokok, meningkatkan kemampuan pekerja medis dan personel terkait dalam mengkontrol rokok serta meningkatkan pelayanan terhadap kelompok tertentu agar menghilangkan kebiasaan merokok.
Jiang Yuan berpendapat, setelah dilaksanakannya peraturan baru mengenai pelarangan merokok di lapangan umum, jumlah orang yang merokok di tempat umum di Kota Beijing makin sedikit.
Olimpiade Musim Panas Ke-29 tak lama lagi akan diadakan di Beijing, pemerintah Tiongkok telah memberikan komitmen " Olimpiade Bebas Rokok" kepada Komite Olimpiade Internasional, mengadakan kegiatan pelarangan merokok di seluruh tempat umum Kota Beijing dan kota penunjang Olimpiade. Pakar menyatakan, penyelenggaraan Olimpiade merupakan kesempatan paling baik bagi Tiongkok untuk mengadakan pelarangan merokok, dan langkah itu akan diterapkan lebih lanjut pasca Olimpiade.

















