Makanan Lezat Tradisional Di Tahun Baru Imlek
  2009-06-28 13:35:12  cri

Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami perkenalkan makanan lezat tradisional selama Tahun Baru Imlek.

Tanggal 7 hari Kamis adalah Tahun Baru Imlek dan merupakan hari raya yang paling meriah bagi bangsa Tionghoa dalam satu tahun. Merayakan Tahun Baru Imlek juga disebut merayakan tahun baru. Relaks dan rekreasi ditambah makanan lezat tradisional sudah wajar merupakan isi penting dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Makanan lezat yang utama selama hari raya Tahun Baru Imlek ialah jiaozi atau pangsit, apalagi di bagian Tiongkok utara. Jiaozi adalah makanan dari daging yang dibungkus kulit pangsit dan dimasak dalam air. Umumnya sebelum pukul 12 malam Tahun Baru Imlek, setiap keluarga telah membungkus beres semua pangsit, dan menunggu waktunya untuk dimasak ( sekitar pukul 11 malam hingga 1 dini hari), ketika itu justru merupakan pergantian ' tahun lama ' dan ' tahun baru ', makan jiaozi diambil dari arti 'melepas tahun lama dan menyongsong tahun baru'. Maka, ketika merayakan Tahun Baru Imlek, tak peduli bagaimana melimpahnya hidangan di meja, orang Tiongkok pasti tak melupakan untuk makan jiaozi.

Proses pembuatan pangsit cukup rumit, dari mengadoni isi, mengiling kulit sampai membungkusnya, semuanya perlu melibatkan tenaga seluruh keluarga, sehingga memanifestasikan keharmonisan dalam keluarga. Misalnya, mengadoni isi pangsit, perlu mencincang daging terlebih dahulu, lalu sayur mayur yang diperlukan, ditambah bumbu-bumbuhnya menurut selera sendiri. Suara mencincang daging dan sayur di atas telenan semakin keras dan semakin panjang, dalam homonim lafal bahasa Tionghoa, daging ditambah sayur berarti ' mempunyai kekayaan ', sedangkan suara mencincang daging atau sayur semakin keras dan waktunya semakin panjang, mempunyai makna ' kekayaannya bertambah kekal '. Ini juga menunjukkan, keluarga siapa yang waktunya lama mencincang daging, berarti banyak jumlah pangsit yang dibungkusnya dan melambangkan kehidupan mereka makmur dan kaya. Ketika membungkus pangsit, perlu melipat dan memilin kulitnya agar bentuknya beranekaragam, kalau rapi memilinnya disebut 'membuat keberuntungan', kalau dipilin seperti ''batang emas atau perak berbentuk sepatu pada zaman feodal Tiongkok", melambangkan kekayaan di mana-mana. Di pedesaan, kulit pangsit yang dipilin seperti pola bulir gandum melambangkan dalam tahun yang baru pasti panen raya. Ketika memasak pangsit dan airnya mendidih perlu ditambah tiga kali air dingin dalam jumlah sedikit, homonim bahasa Tionghoa yalah mengembalikan keberuntungan. Dapat dikatakan, dari membuat pangsit sampai memakannya, semuanya mengandung budaya rakyat yang kental.

Ronde juga merupakan sejenis makanan lezat yang lain pada hari raya Tahun Baru Imlek. Di daerah bagian selatan Tiongkok, ronde umumnya dihidangkan pada Cap Go Meh---tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek, tapi orang modern agak kurang mementingkan kebiasaan itu, hanya dicantumkan sebagai makanan enak di hari raya Tahun Baru Imlek.

Ronde dibuat dari tepung ketan, dan isinya termasuk gula pasir, wijen, lumatan kacang merah, biji walnut, biji kering buah-buahan dan lumatan bidara dan lainnya, ada juga yang diisi daging, citra rasa ronde di bagian selatan dan utara Tiongkok berbeda banyak. Sedangkan cara makannya juga berlainan, ada yang dimasak, digoreng atau dikukus. Sekarang untuk memenuhi kebutuhan orang modern akan kecepatan dan kemudahan, banyak pusat perbelanjaan sepanjang tahun menyediakan ronde yang beranekaragam dan dibekukan. Sudah pasti, volume penjualan ronde adalah paling banyak selama hari raya tradisional ini.

Kue ranjang juga merupakan makanan enak pada hari raya. Homonim lafal kue ranjang dalam bahasa Tionghoa, yaitu 'setiap tahun naik', ini menyatakan dambaan orang akan kehidupan yang lebih indah dari tahun ke tahun. Bahan kue ranjang dibagi dua macam, yaitu dari tepung ketan dan tepung beras kuning. Sedangkan cara mengkonsumsinya bermacam-macam, dapat dimasak kuah dengan dicampuri sayur mayur dan daging, juga dapat ditambah wangi-wangian alami dan dikukus. Konon kabarnya, kue ranjang adalah sesajen untuk menyembahyangi leluhur, selanjutnya berangsur-angsur menjadi makanan di hari raya tradisional Tahun Baru Imlek, dan telah bersejarah 2.000 tahun lebih.

Tiongkok berpopulasi banyak dan wilayahnya luas, jumlah makanan lezat berbagai tempat sangatlah banyak. Makanan di hari raya Tahun Baru Imlek yang kami uraikan tadi hanya sebagian kecil saja. Dapat dikatakan, bangsa Tionghoa sebagai suatu bangsa pertanian yang kuno, selalu menaruh harapan yang besar permohonan selamat pada makanan pada hari raya. Misalnya, orang Tiongkok di sebagian daerah ketika berpesta di hari raya Tahun Baru Imlek selalu menambah makanan bukan baku, misalnya makan kurma atau bidara berarti 'datangnya lebih awal musim semi', makan tikwe atau kesemak yang dikeringkan berarti 'setiap hal berjalan lancar', makan biji aprikot melambangkan 'datangnya keberuntungan', sedangkan makan tahu berarti seluruh keluarga 'bahagia'. Semuanya itu menunjukkan cinta orang Tiongkok terhadap kehidupan dan mendoakan aman sentosa.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040