Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan kesehatan bagi orang lanjut usia.
Seseorang setelah memasuki usia lanjut, kalau dapat menyadari pentingnya berlatih badan dan sering berlatih pula, sementara menyesuaikan kembali psikologinya dan tidak mengambil sikap masa bodoh karena sudah usia lanjut, maka, mereka tidak saja dapat panjang umur dan mutu hidupnya di hari tua juga akan mengalami perbaikan besar.
Seiring dengan bergeraknya waktu, Tiongkok telah memasuki masyarakat lanjut usia dalam arti kata yang sesungguhnya, semakin banyak orang juga memasuki tahap tersebut seiring dengan datangnya tahun yang baru. Memasuki usia lanjut tak pelak merupakan prasyarat panjang usia, tapi kalau benar-benar hendak panjang usia harus mengaitkan dengan banyak unsur yang rumit, misalnya genetika bawaan, pola kehidupan serta lingkungan hidup. Selain itu, bagaimana orang lanjut usia merawat diri sendiri serta bagaimana menyesuaikan kembali psikologinya, semuanya itu dapat mempengaruhi perasaan nyata atas usianya. Berikut sejumlah usul pakar mengenai kesehatan dan panjang umur orang lanjut usia.
Pertama, perlu memelihara sikap positif.
Setelah memasuki usia lanjut, orang dengan wajar dapat merasakan bahwa jiwanya sudah mendekati ajalnya, sehingga sering dihantui semacam perasaan tidak berdaya dan menyesalkan. Pada saat demikian, kalau membiarkan pemikiran seperti itu menjadi kesadaran utama untuk membimbing kehidupannya, maka, orang akan bersikap pasif dengan menunda-nunda atau bahkan menolak banyak hal yang masih patut dikerjakannya. Dari segi teori filsafat, orang lanjut usia sama dengan masa kanak-kanak yang merupakan suatu tahap dalam kehidupannya dan tidak berbeda sama sekali. Banyak hasil riset menunjukkan, dengan sikap positif dan inisiatif mengatur baik kehidupan di hari tua tidak saja dapat membuat dirinya lebih panjang umur, juga dapat hidup dengan lebih sehat dan lebih berarti.
Kedua, memperhatikan gizi makanan setiap hari.
Setelah memasuki usia lanjut, semua fungsi organ tubuh seseorang menurun dengan nyata. Maka, harus menyesuaikan kembali struktur makanannya berdasarkan kondisi kesehatannya sendiri. Dengan prinsipnya ialah jangan makan sampai merasa kenyang, perlu memperhatikan komposisi gizi yang rasional dan mengintensifkan pensuplaian terhadap zat dalam tubuh yang kurang.
Ketiga, kurangilah minum minuman alkohol.
Pengaruh alkohol terhadap tubuh akan bertambah nyata setelah usia lanjut. Misalnya dengan minum tiga sloki arak putih tidak menjadi soal pada masa mudanya, tapi akan merasa pening dengan minum satu sloki saja di masa tuanya, ini disebabkan ketahanan tubuh terhadap alkohol sudah sangat berkurang. Maka dianjurkan orang lanjut usia jangan terlalu banyak minum arak, lebih-lebih jangan mencoba membius diri atau melupakan segala kekesalan dalam hati dengan cara minum arak sampai mabuk.
Keempat, tidak merokok.
Fungsi banyak organ orang lanjut usia termasuk paru-paru akan melemah dalam taraf yang berbeda, maka, dalam tahap usia tersebut merokok mudah menimbulkan reaksi keras dalam saluran pernapasan dan sangat lamban pulihnya. Kalau tidak berhasil menghentikan kebiasaan merokok di masa muda, adalah waktunya untuk menghilangkan kebiasaan itu pada usia lanjut.
Kelima, setiap hari hendaknya mengatur waktu latihan jasmani setengah jam sampai satu jam, dengan demikian dapat menjaga volume gerak tertentu berbagai otot dalam tubuh.
Keenam, berupaya mengurangi tekanan pada dirinya sendiri.
Dibandingkan dengan masa usia setengah baya yang masih kuat dan cukup semangat, stamina orang setelah menginjak usia lanjut umumnya tidak dapat merampungkan banyak pekerjaan, sehingga perlu mendapatkan bantuan orang lain. Selain itu, pekerjaan yang biasanya dikerjakan sendiri juga berangsur-angsur merasa berat untuk melakukannya. Semuanya itu akan menjadi tekanan bagi orang lanjut usia, dan tekanan-tekanan tersebut akan lebih merugikan sistem pembuluh darah jantung yang sudah mulai menua. Maka, sangatlah penting untuk berupaya mengurangi tekanan pada dirinya sendiri.
Ketujuh, menjaga kesehatan otak.
Banyak hasil riset menunjukkan, orang semakin tua semakin perlu sering mengasah otak, untuk menjaga daya reaksi otak besar. Banyak membaca buku, sering meneliti masalah-masalah yang masih belum dipahami dengan jelas, banyak melakukan hal yang perlu banyak memutar otak adalah cara baik untuk menjaga kesehatan otak.
Kedelapan, banyak berkomunikasi dengan orang lain.
Tidak sedikit hasil riset menunjukkan bahwa di sekitar orang-orang yang panjang usia dan sehat selalu terdapat sekelompok sahabat yang dapat diandalkan. Bergaul dengan teman-teman seperti itu dapat menghilangkan rasa kesal dan melepaskan tekanan. Selain itu, hubungan keluarga yang rukun juga berperan positif bagi panjang usia.
Kesembilan, memperkayaan kehidupan mental.
Orang lanjut usia mempunyai banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh kebanyak orang muda dan setengah baya, salah satu di antaranya ialah mempunyai waktu yang relatif cukup. Orang dalam kelompok usia tersebut dapat mengerjakan hal yang tidak dapat dilakukan pada masa mudanya karena tidak mempunyai waktu, seperti belajar menggambar, belajar memainkan semacam alat musik, belajar bahasa asing bahkan belajar sesuatu yang baru yang sedang digandrungi anak-anak muda. Mereka belajar menguasai ha-hal baru bukan untuk menghadapi ujian, sehingga bebas tekanan dan penuh keriangan. Kesemuanya ini sangat menguntungkan bagi jiwa orang lanjut usia.
Kesepuluh, mengatur dengan baik ekonominya.
Mengingat orang lanjut usia bukannya lagi 'penghasil positif', maka diperlukan mengatur dengan baik pengeluaran atau belanjanya dengan membuat rencana sebelumnya, sehingga dapat dengan rasional memanfaatkan sumber dayanya yang terbatas. Kalau segalanya tidak dipusingkan lagi, kehidupan orang lanjut usia pasti gembira, dan selalu gembira akan membuat orang panjang usia.

















