Dalam Ruangan Kesehatan edisi ini akan kami bicarakan pencegahan dan pengobatan floaters.
Seiring dengan cepatnya irama kehidupan dan pekerjaan, bekerja lembur di malam hari sudah menjadi kebiasaan kelompok kerah putih, mereka duduk berjam-jam di depan komputer. Umum mengetahui, duduk terlalu lama di depan komputer mudah mengakibatkan penatnya mata, mata kering dan daya lihatnya menurun. Kerap menggunakan komputer juga mungkin mengakibatkan timbulnya gejala penyakit mata—floaters. Penderita floaters merasa di depan matanya seperti ada bintik-bintik hitam kecil seperti nyamuk berkeliaran. Berikut kami bicarakan pencegahan dan pengobatannya.
Seorang karyawan di Beijing bernama Zhao Yong setiap hari bekerja dengan menggunakan komputer, dan perlu menghabiskan waktunya berjam-jam duduk di depan komputer. Belakang ini, ia merasa di depan matanya kerap muncul kutu-kutu kecil, kadang kala terbayang sejenak, kadang kala beberapa ekor berterbangan. Dikatakannya,
" Saya merasa seperti ada benang hitam mengambang lewat di depan mata, tapi mata tidak merasa pedih maupun gatal atau tidak enak sedikitpun."
Ia juga mengetahui rekan kerjanya juga mengalami gejala tersebut, dan akhirnya berobat ke dokter. Setelah didiagnosa, dokter mengatakan dia mengidap ' sindrom floaters' suatu penyakit yang belum pernah didengar. Dokter memperkenalkan, gejala tersebut disebabkan karena menggunakan komputer secara berlebihan, ditambah bergadang sehingga organ mata terlalu penat dan muncul ' sindrom floaters'. Penderitanya kebanyakan adalah muda-mudi yang getol berselancar di internet.
Menurut penjelasan, ' sindrom floaters' termasuk sejenis penyakit vitreous opacity dan berkaitan erat dengan kelainan vitreous ( badan kaca ) dalam bola mata. Tapi seiring dengan bertambahnya usia seseorang, khususnya setelah memasuki usia setengah baya dan lanjut usia, fungsi badan kaca muncul kemunduran dan muncul gejala bintik-bintik yang mengambang di depan mata. Begitu sinar lampu atau matahari memantul ke dalam mata, bayangan gelap yang opacity itu menembus retina sehingga di depan mata seperti muncul 'gejala nyamuk beterbangan'.
Dokter mengatakan bahwa 'gejala nyamuk berterbangan' relatif nyata di bawah latar belakang sinar terang. Kelompok penderita sindrom floaters umumnya adalah orang lanjut usia, tapi sekarang banyak anak muda juga menderita penyakit tersebut. Ini disebabkan anak muda menggunakan mata berlebihan, besarnya tekanan mental dan kurang beristirahat sehingga memajunya gejala vitreous opacity.
' Sindrom Floaters' dibagi dua jenis yaitu sifat fisiologi dan sifat patologi. Sejauh ini, di Tiongkok masih belum ada metode pengobatan yang efektif terhadap sindrom floaters sifat fisiologi, tapi gejala ini tidak mempengaruhi daya lihat. Kalau gejala ini berkaitan dengan radang bagian mata atau pendarahan dalam mata yang menimbulkan sindrom floaters, maka, perlu perhatian penuh, dan diobati menurut kondisi konkretnya. Dokter mengatakan,
" Kalau gejalanya relatif ringan, kelainan penyakit relatif kecil, umumnya tidak mempengaruhi daya lihat dan tidak merugikan organ mata penderita, hanya memerlukan pengamatan dalam jangka panjang. Sebaliknya, kalau gejala relatif serius, kelainan floaters sangat besar, dan muncul kemunduran daya lihat, dapat disebut vitreous opacity, keadaan tersebut harus memerlukan pengobatan positif."
Dokter mengusulkan, banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksida, seperti wortel dan pocai, produk laut yang mengandung banyak zat iodium, semuanya dapat mencegah timbulnya ' sindrom floaters'. Ketika ke luar di hari panas, sedapat mungkin mencegah sorotan langsung sinar ultraviolet terhadap bagian mata. Dokter menekankan, para pengguna komputer perlu memperhatikan perlindungan bagian matanya. Dikatakannya,
" Pertama, bagi orang rabuh jauh perlu mengenakan kaca mata yang cocok, dengan demikian dapat menghindarkan penatnya daya lihat. Kedua, memperhatikan sanitasi mata, seperti harus memperhatikan sinar lampu ketika membaca dan jangan terlalu lama waktunya. Ketiga, perlu memperhatikan kebugaran jasmani untuk memperkuat stamina."
Pakar mengusulkan kepada kelompok anak muda yang getol berselancar di depan komputer kalau muncul ' sindrom floaters', paling baik mengadakan pemeriksaan ke rumahsakit mata spesial, agar dapat mengontrol dan meredakan sindrom bagian mata.

















