Universiade Musim Dingin Ke-24 yang diselenggarakan di Harbin Sabtu lalu ditutup. Meskipun pesta olahraga itu hanya berlangsung 11 hari, tapi pekerjaan organisir yang cermat, arena kompetisi yang lengkap fasilitasnya, sukarelawan yang murah hati dan warga Harbin yang antusias telah memberikan kesan mendalam kepada tama-tamu mancanegara, sementara juga mendapat penilaian tinggi berbagai kalangan.
"Berkat organisir yang teratur, Universiade kali ini dapat dengan sukses diselenggarakan di gedung dan lapangan yang sangat baik, setiap partisipan telah melewatkan waktu yang menyenangkan. Boleh dikatakan Universiade kali ini luar biasa dan merupakan yang terbaik dalam sejarahnya!"
Demikian penilaian Ketua Federasi Olahraga Universitas Internasional (FISU), George E, Killian terhadap Universiade Musim Dingin kali ini. Ia menyatakan pula, Harbin tidak saja mampu menyelenggarakan Universiade musim dingin yang luarbiasa, juga mampu menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin yang luar biasa, yang penting bagi warga Harbin adalah melalui penyelenggarakan kompetisi olahraga nomor tunggal internasional yang bertaraf tinggi memungkinkan tokoh-tokoh organisasi olahraga nomor tunggal internasional mengetahui kemampuan Harbin serta antusiasme warga Harbin terhadap olahraga salju dan es. Dia yakin bahwa Harbin pada akhirnya akan mendapat perhatian IOC dan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin yang sama suksesnya.
Dalam Universitade kali ini dipertandingkan 12 cabang sehingga Universiade kali ini merupakan paling banyak jumlah cabang olahraga dalam sejarahnya. Patut dicatat, kompetisi 15 nomor di antaranya untuk pertama kali diselenggarakan di Tiongkok. Meskipun kurang pengalaman dalam penyelenggaraan nomor serupa, namun melalui persiapan penuh panitia penyelenggara,semua kompetisi diselenggarakan dengan sukses. Berkenaan itu, Anggota Komite Eksekutif FISU Kairis Ulp mengatakan,
"15 nomor dalam Universiade kali ini untuk pertama kali diselenggarakan di Tiongkok, meskipun kekurangan pengalaman, tapi dilihat dari informasi yang disampaikan Komite Teknik FISU, panitia penyelenggara Harbin telah merampungkan semua pekerjaan dengan sukses. Saya pernah ikut serta dalam 7 Universiade musim dingin, Universiade Harbin paling mempesona."
Selain penilaian tinggi dari pejabat FISU, para atlet juga memuji Universiade Harbin. Lukas Delorenzo, pemain tim hoki es Amerika Serikat yang pernah ikut serta dalam Universiade Musim Dingin Torino tahun 2007 itu menganggap, Universiade Harbin kali ini dengan sungguh-sungguh mewujudkan "Olahraga Kembali ke Universitas."
"Karena Torino adalah tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 2006, maka kampung Universiade adalah kampung Olimpiade. Yang berbeda dengan itu, kampung Universiade Harbin berlokasi di kampus universitas, ini sangat bagus. Kami mempunyai lebih banyak waktu leluasa untuk berbuat hal lain, misalnya menonton pertunjukan kesenian mahasiswa Tiongkok dan dengan lebih baik mengenal kampus Tiongkok. Syarat penginapan di sini sangat bagus, dan kontingen Amerika Serikat tinggal bersama di satu lantai, kami berkesempatan mengenal lebih banyak sahabat baru."
Selain kampung Universiade berlokasi di kampus, semua peserta pertunjukan upacara pembukaan sampai sukarelawan semuanya adalah mahasiswa. Yang paling mengesankan Lukas adalah antusiasme warga Harbin terhadap Universiade. Lukasmengatakan, dalam Universiade musim dingin Torino, mayoritas gedung dan lapangan kompetisi adalah kosong, hanya sebagian final baru dapat menarik penonton. Namun dalam setiap pertandingan di Harbin, semuanya penuh dengan penonton, Kegairahan mereka terhadap olahraga es dan salju sangat menginspirasi para atlet.
Antusiasme para penonton Harbin juga memberikan kesan yang mendalam kepada banyak atlet. Fellpe Souza adalah satu-satunya atlet sket jalur pendek kontigen Brasil yang juga satu-satunya atlet dari Amerika Selatan. Meskipun tanpa didampingi teman, Souza tidak merasa kesepian di Harbin.
"Saya merasa semuanya baik di Harbin, panitia penyelenggara dan sukarelawan telah memberikan banyak bantuan kepada saya, mereka selalu berupaya memenuhi permintaan saya. Saya merasa seperti berada di rumah sendiri, bukan di luar negeri. Selain itu, para penonton juga sangat bagus, saya merasa seperti bertanding di Brasil, setiap orang memberikan semangat kepada saya dengan tepuk tangan, saya merasa beruntung dapat memenui penonton yang begitu baik."

















