Konferensi Kesehatan Reproduksi Asia-Pasifik Ke-5 Di Beijing
  2009-10-20 15:28:07  CRI

Konferensi Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi se-Asia Pasifik (APCRSH) tanggal 18 Oktober lalu dibuka di Beijing. Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, yang juga Ketua Gabungan Wanita Seluruh Tiongkok Chen Zhili menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan sambutannya.

Chen Zhili dalam sambutannya menunjukkan, Tiongkok sebagai negara besar populasi yang bertanggung jawab, dengan sungguh-sungguh menunaikan komitmen "Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan" dan "Sasaran Pembangunan Milenium", menyelesaikan dengan baik pekerjaan kependudukan, mengambil serangkaian langkah yang efektif, mendorong secara menyeluruh pembangunan ekonomi dan sosial yang selaras dan berkesinambungan serta meningkatkan taraf kesehatan dan mutu kehidupan rakyat.

Dikatakannya, Tiongkok mementingkan masalah-masalah kependudukan, program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, mengintensifkan penegakan hukum atas hal itu, mengumumkan serangkaian hukum, peraturan dan kebijakan dalam rangka menjamin hak dan kesehatan seksual dan reproduksi warga, mencantumkan kebijakan itu dalam strategi pembangunan dan perancangan keseluruhan nasional serta mencantumkan juga kebijakan itu dalam program perancangan lima tahun perkembangan ekonomi dan sosial, membangun dan menyempurnakan jaringan layanan kependudukan, program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang mencakup kota dan desa seluruh negeri, menyediakan layanan tersebut dengan gratis, standar dan terpadu; menerapkan sistem pemberian bantuan berupa dorongan dan hadiah kepada keluarga desa yang menerapkan program keluarga berencana agar warga yang menerapkan program tersebut mendapat manfaat terlebih dahulu; dengan aktif mengadakan penyuluhan dengan isi penting memeratakan pengetahuan kesehatan reproduksi; sepenuhnya memainkan peranan penyelarasan terpadu dalam negeri dan kemitraan internasional dalam mendorong program kependudukan dan kesehatan reproduksi.

Chen Zhili menghimbau berbagai negara mementingkan lebih lanjut pekerjaan kependudukan dan kesehatan reproduksi, menambah pemasokan dana di bidang tersebut, mengintensifkan pembangunan kemampuan negara-negara berkembang, serta mengambil aksi yang lebih sungguh-sungguh untuk meningkatkan kerja sama Selatan-Selatan di bidang kependudukan dan kesehatan reproduksi.

Direktur Pelaksana Dana Kependudukan PBB, Thoraya Ahmed Obaid dalam sambutannya mengatakan, komunitas internasional semakin mencapai kesepahaman mengenai kesehatan seksual dan reproduksi adalah bagian dari universal hak asasi manusia sejak Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. Sebagai perintis konsep kependudukan dan program keluarga berencana, kawasan Asia-Pasifik tengah menjajaki dan mengembangkan bidang yang baru dan menginspirasi; melalui kerja sama Selatan-Selatan atau tiga pihak terdapat peluang yang tak terbatas dalam menghadapi tantangan.

APCRSH merupakan pertemuan regional—negara-negara kawasan Asia-Pasifik menerapkan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan dan menyelesaikan masalah kependudukan dan kesehatan reproduksi kawasannya. Konferensi tersebut diadakan dua tahun sekali mulai tahun 2001.

Konferensi kali ini diselenggarakan bersama oleh Komisi Kependudukan Dan Keluarga Berencana Negara Tiongkok, Federasi Keluarga Berencana Internasional, Dana Kependudukan PBB dan Lembaga Kerja Sama Selatan-Selatan tentang Kependudukan Dan Pembangunan, juga merupakan salah satu kegiatan penting genap 15 tahun seluruh global memperingati Konferensi Internasional Kependudukan Dan Pembangunan Kairo. Lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pakar dan sarjana dari negara terkait kawasan Asia-Pasifik serta wakil-wakil dari badan terkait PBB mengadakan pembahasan berkisar topik 'mewujudkan setiap orang menikmati kesehatan seksual dan reproduksi'.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040