Konferensi Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi se-Asia Pasifik (APCRSH) tanggal 18 Oktober lalu dibuka di Beijing. Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, yang juga Ketua Gabungan Wanita Seluruh Tiongkok Chen Zhili menghadiri upacara pembukaan dan menyampaikan sambutannya.
Chen Zhili dalam sambutannya menunjukkan, Tiongkok sebagai negara besar populasi yang bertanggung jawab, dengan sungguh-sungguh menunaikan komitmen "Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan" dan "Sasaran Pembangunan Milenium", menyelesaikan dengan baik pekerjaan kependudukan, mengambil serangkaian langkah yang efektif, mendorong secara menyeluruh pembangunan ekonomi dan sosial yang selaras dan berkesinambungan serta meningkatkan taraf kesehatan dan mutu kehidupan rakyat.
Dikatakannya, Tiongkok mementingkan masalah-masalah kependudukan, program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, mengintensifkan penegakan hukum atas hal itu, mengumumkan serangkaian hukum, peraturan dan kebijakan dalam rangka menjamin hak dan kesehatan seksual dan reproduksi warga, mencantumkan kebijakan itu dalam strategi pembangunan dan perancangan keseluruhan nasional serta mencantumkan juga kebijakan itu dalam program perancangan lima tahun perkembangan ekonomi dan sosial, membangun dan menyempurnakan jaringan layanan kependudukan, program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang mencakup kota dan desa seluruh negeri, menyediakan layanan tersebut dengan gratis, standar dan terpadu; menerapkan sistem pemberian bantuan berupa dorongan dan hadiah kepada keluarga desa yang menerapkan program keluarga berencana agar warga yang menerapkan program tersebut mendapat manfaat terlebih dahulu; dengan aktif mengadakan penyuluhan dengan isi penting memeratakan pengetahuan kesehatan reproduksi; sepenuhnya memainkan peranan penyelarasan terpadu dalam negeri dan kemitraan internasional dalam mendorong program kependudukan dan kesehatan reproduksi.
Chen Zhili menghimbau berbagai negara mementingkan lebih lanjut pekerjaan kependudukan dan kesehatan reproduksi, menambah pemasokan dana di bidang tersebut, mengintensifkan pembangunan kemampuan negara-negara berkembang, serta mengambil aksi yang lebih sungguh-sungguh untuk meningkatkan kerja sama Selatan-Selatan di bidang kependudukan dan kesehatan reproduksi.
Direktur Pelaksana Dana Kependudukan PBB, Thoraya Ahmed Obaid dalam sambutannya mengatakan, komunitas internasional semakin mencapai kesepahaman mengenai kesehatan seksual dan reproduksi adalah bagian dari universal hak asasi manusia sejak Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. Sebagai perintis konsep kependudukan dan program keluarga berencana, kawasan Asia-Pasifik tengah menjajaki dan mengembangkan bidang yang baru dan menginspirasi; melalui kerja sama Selatan-Selatan atau tiga pihak terdapat peluang yang tak terbatas dalam menghadapi tantangan.
APCRSH merupakan pertemuan regional—negara-negara kawasan Asia-Pasifik menerapkan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan dan menyelesaikan masalah kependudukan dan kesehatan reproduksi kawasannya. Konferensi tersebut diadakan dua tahun sekali mulai tahun 2001.
Konferensi kali ini diselenggarakan bersama oleh Komisi Kependudukan Dan Keluarga Berencana Negara Tiongkok, Federasi Keluarga Berencana Internasional, Dana Kependudukan PBB dan Lembaga Kerja Sama Selatan-Selatan tentang Kependudukan Dan Pembangunan, juga merupakan salah satu kegiatan penting genap 15 tahun seluruh global memperingati Konferensi Internasional Kependudukan Dan Pembangunan Kairo. Lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pakar dan sarjana dari negara terkait kawasan Asia-Pasifik serta wakil-wakil dari badan terkait PBB mengadakan pembahasan berkisar topik 'mewujudkan setiap orang menikmati kesehatan seksual dan reproduksi'.

















