Kemandulan dapat berawal dari pihak istri, suami ataupun suami isteri.
Pada umumnya pihak wanita berada pada posisi yang lemah dan disudutkan sebagai penyebab masalah, yaitu pihak vang mengalami kemandulan.
Pola makan vegetarian jangka panjang juga akan mengakibatkan kemandulan.
Selama beberapa tahun ini, vegetarian semakin populer di dunia. Apalagi kaum wanita yang tertimbun lemak, mereka menjadikan vegan sebagai gaya hidup dengan harapan dapat mengurangi berat badan. Akan tetapi, kalangan kedokteran melalui penelitian terhadap vegetarian membuktikan bahwa kaum wanita yang sering mengkonsumsi sayur mayur akan mempengaruhi proses hormonal dan bahkan gejala yang serius dapat mengakibatkan kemandulan.
Bervegan dalam jangka panjang dapat mencegah kehamilan. Dalam riset terkait, kesimpulan suatu akademi di Munich Jerman paling mengundang perhatian. Akademi tersebut membagi perempuan remaja yang ikut dalam uji coba menjadi dua grup. Satu grup selain mengkonsumsi keju dan susu sapi dalam jumlah sedikit, selebihnya sayur mayur, sedangkan grup lainnya mengkonsumsi makanan biasa.
Usai program penurunan berat badan selama 6 pekan selesai, para periset menemukan, dalam kelompok yang hanya mengkonsumsi sayur mayur, sekitar 78 persen muncul gejala fisiologi tidak datang haid, dan hampir siklus haid seluruh grup lebih pendek daripada biasa. Tapi, bagi grup yang normal, sekitar 67 persen siklus haidnya normal dan teratur.
Analisa menganggap, munculnya gejala tidak datang bulan dalam grup wanita vegetarian berkaitan dengan kurangnya asupan protein sehingga mengalami gangguan sekresi hormon dan siklus haid, yang serius bahkan mempengaruhi kemampuan reproduksi dan seksual.
Pakar kehamilan menunjukkan, kalau kaum wanita tidak menginginkan kapasitas reproduksinya terpengaruh, maka, perlu menaruh perhatian besar terhadap kebiasaan bervegan dan menurunkan berat badan. Lebih-lebih wanita yang usianya melampaui 30 tahun, kapasitas reproduksi mulai berangsur-angsur menurun, maka, perlu memperhatikan hal tersebut.
Suka mengkonsumsi wortel juga dapat mengakibatkan infertilitas.
Dokter periset Amerika Serikat menemukan, asupan beta karotena yang berlebihan dapat mengganggu sintesis estrogen dan progesteron di dalam ovarium, sehingga sekresinya menurun, kadang-kadang mengakibatkan tidak datang haid, gangguan pembentukan sel telur bahkan siklus haid yang tidak teratur.
Gejala itu awal mulanya ditemukan pada kelompok penderita anorexia nervosa. Sejumlah penderita, biarpun tidak makan dan minum, tidak menstruasi, tetap ditemukan kadar beta karotena yang tinggi ketika diadakan pemeriksaan darah. Periset dalam penjelasannya mengatakan, munculnya gejala abnormal termasuk mandul, tidak datang haid dan gangguan pembentukan telur, semuanya itu berkemungkinan disebabkan gangguan beta karotena terhadap sintesis steroid.

















