Suara Asian Games Guangzhou
  2009-11-19 13:32:30  CRI

Untuk memperbaiki mutu udara, pemerintah Kota Guangzhou pada tahun 1998 mulai melaksanakan "proyek langit biru" dan mengadakan pembenahan dengan sekuat tenaga terhadap sumber polusi udara sehingga dengan efektif memperbaiki lingkungan hidup para warga kota. Dalam acara khusus Suara Asian Games Guangzhou kali ini akan kami perkenalkan upaya Kota Guangzhou untuk membenahi polusi udara.

Pada akhir abad lalu, seiring dengan membengkaknya dengan drastis populasi Kota Guangzhou. Bertambahnya dalam jumlah besar pengangkutan dan kendaraan bermotor, semakin banyaknya restoran serta proyek pembongkaran dan pembangunan, udara Kota Guangzhou selalu suram. Cuaca itu tidak saja mengganggu keamanan lalu lintas, juga membahayakan kesehatan badan.

Agar para warga kota dapat menikmati langit biru, Kota Guangzhou pada tahun 1998 mujlai melaksanakan "Proyek Langit Biru". Menurut data Jawatan Pelestarian Lingkungan Hidup Kota Guangzhou, mutu udara Kota Guangzhou terus membaik. Dioksulfur, dioksida dan partikel masing-masing memenuhi standar kelas dua mutu udara nasional.

Wakil Direktur Jawatan Pelestarian Lingkungan Hidup Provinsi Guangdong Chen Guangyong menyatakan, mutu udara di Guangdong, lebih-lebih daerah delta Sungai Mutiara telah membaik dan hasilnya sangat nyata. Ia mengatakan,

"Menurut pemantauan badan meteorologi, berdasarkan statistik yang belum lengkap, cuaca berdebu di kota-kota Delta Sungai Mutiara seperti Guangzhou, Zhuhai dan Dongguan berkurang dalam jumlah besar, lebih-lebih mutu udara Kota Guangzhou mengalami perbaikan besar. "

Sejak berhasil memohon menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2004, Jawatan Pelestarian Lingkungan Hidup Kota Guangzhou mendorong pembenahan polusi udara dalam 8 tahapan. Kini adalah tahap ke-5. Insinyur senior Jawatan Pelestarian Lingkungan Hidup Kota Guangzhou Fong Bin mengatakan, pembenahan polusi udara terutama dimulai dari gas knalpot kendaraan bermotor, gas buangan industri, debu dan industri boga. Ia mengatakan,

"Pada tahun 2004, dioksulfur pernah adalah sebuah indeks utama polusi di Kota Guangzhou dan pernah melampaui standar nasional. Berkenaan itu, kami mencanangkan "Proyek Bebas Dioksulfur" untuk penghematan energi dan mengurangan emisi. Sejauh ini, semua perusahaan industri titik berat telah dilengkapi instalasi bebas dioksulfur."

Di bidang kendaraan bermotor, polusinya merupakan 40% polusi udara di Kota Guangzhou. Kota Guangzhou pada tahun 2007 mulai melarang secara menyeluruh sepeda motor di distrik kota. Mulai dari tahun 2009, Guangzhou menerapkan langkah pelarangan mobil lokal tanpa tanda ramah lingkungan dan tinggi emisi gas knalpotnya.

Kini, pembenahan polusi kendaraan bermotor di Kota Guangzhou telah memasuki jajaran terdepan di seluruh negeri dan Kota Guangzhou kini telah merampungkan pekerjaan pemberian tanda ramah lingkungan kendaraan bermotor di seluruh kota. Sekitar 500 stasion pompa bensin di seluruh kota telah merealisasi pensuplaian bahan bakar kendaraan standar III nasional. Untuk tahap selanjutnya, Kota Guangzhou akan mengintensifkan pengendalian polusi sumber kendaraan baru dan pemantauan terhadap polusi kendaraan yang ada sekarang, menerapkan pengelolaan tanda ramah lingkungan dan subsidi pemerintah kepada kendaraan yang tersisih.

Pada tahun ini dan tahun depan, Guangzhou akan mengalokasi seluruhnya 2,4 miliar yuan RMB dalam pembenahan polusi udara. Pejabat Panitia Penyelenggara Asian Games Guangzhou Zhang Shenjian menyatakan, udara beredar dan pembenahan lingkungan udara membutuhkan upaya bersama 9 kota di Delta Sungai Mutiara. Ia mengatakan,

"Di satu pihak, Guangzhou harus mengadakan dengan baik pekerjaannya sendiri. Tapi, kami juga mengharapkan upaya bersama kota-kota di Delta Sungai Mutiara. Dengan kesempatan penyelenggaraan Asian Games kali ini, meningkatkan mutu udara di seluruh daerahnya."

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040