Tiongkok Intensifkan Pengontrolan HIV/AIDS
  2009-12-11 14:45:49  CRI

Tanggal 1 Desember 2009 adalah Hari AIDS Sedunia ke-22, tema tahun ini "Mengekang HIV/AIDS dan Menunaikan Komitmen". Berkenaan dengan itu, berbagai tempat Tiongkok menggelar aneka kegiatan amal, mendorong masyarakat mengenal secara ilmiah penyakit AIDS. Selama beberapa tahun ini, taraf pengontrolan penyakit AIDS di Tiongkok ditingkatkan dengan nyata, atmosfer kepedulian manusiawi masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS semakin tebal. Berikut laporannya.

Tiongkok pada tahun 1985 melaporkan kasus pertama kasus HIV/AIDS. Data statistik terbaru menyatakan, terhitung sampai akhir Desember tahun 2009, Tiongkok secara akumulatif melaporkan 319.8 ribu kasus terinfeksi HIV dan penderita AIDS, termasuk 49,8 ribu kasus kematian, sedangkan kasus terinfeksi baru mencapai 48 ribu, laju penyebaran wabah melamban secara keseluruhan. Akan tetapi, Wakil Menteri Kesehatan Huang Jiefu menunjukkan, pada kenyataannya jumlah penderita yang terinfeksi HIV lebih banyak sehingga situasi pengontrolannya sangat serius.

Dikatakannya, " Berdasarkan prakiraan bersama Kementerian Kesehatan Tiongkok, Program AIDS PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, sampai akhir tahun 2009, kasus sejenis di Tiongkok akan mencapai sekitar 74 ribu. Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual telah menjadi jalur penyebaran utama HIV/AIDS dengan menggantikan penyuntikan narkotika, unsur penyebaran HIV/AIDS masih luas terdapat."

Sehubungan dengan wilayah Tiongkok sangat luas, populasinya banyak dan perkembangan ekonominya tidak seimbang, pada kelompok tertentu dan sebagian daerah titik berat telah muncul keadaan puncak penyebaran HIV/AIDS, epidemi telah menyebar ke kelompok biasa dari kelompok rawan. Pekerjaan pengontrolan HIV/AIDS senantiasa merupakan pekerjaan utama pemerintah Tiongkok.

Rumah Sakit You'an Beijing sejak tahun 1990 mulai menerima dan merawat penderita AIDS, selain kemampuannya bertambah, RS juga dilengkapi klinik khusus untuk mengadakan penyaringan, konseling dan ruang gerak, obat antivirus dibagi gratis, semuanya itu telah mengurangi kekuatiran atas gangguan di belakang bagi penderita AIDS dan yang terinfeksi HIV.

Kebijakan Tiongkok mengenai pengontrolan HIV/AIDS ialah menjadikan penderita AIDS yang tidak mempunyai jaminan pengobatan dan kondisi ekonominya sulit sebagai sasaran, menyediakan kepada mereka obat anti virus. Bagi mereka yang sukarela menerima konseling dan deteksi di seluruh negeri, rumah sakit menyediakan konseling gratis dan deteksi dini penyaringan, sedangkan bagi wanita hamil yang terinfeksi HIV/AIDS, disediakan obat-obatan gratis pencegah penularan HIV dari ibu ke bayi serta reagensia guna mendeteksi HIV bayi, bagi anak yatim piatu korban AIDS juga dibebaskan biaya sekolah. Selain itu, memberikan tunjangan kepada para penderita AIDS dan orang yang terinfeksi HIV yang keadaan ekonominya sulit.

Sejauh ini, keuangan pusat telah mengucurkan dana sekitar 160 juta yuan RMB yang terutama digunakan untuk biaya pengobatan penyakit AIDS dengan obat tradisional Tiongkok TCM, deteksi klinis, penataran tenaga medis serta pembangunan dan pengelolaan basis penelitian dan pengembangan vaksin dan lain sebagainya. Praktek membuktikan TCM juga ampuh untuk mengobati penyakit AIDS, meningkatkan dan menstabilkan fungsi imunisasi penderita AIDS dan mengurangi efek samping obat anti virus.

Tugas urgen sekarang ialah memeratakan pengetahuan mengenai AIDS dan penyebarannya, menghapuskan dengan tuntas diskriminasi terhadap penderita AIDS dan keluarganya termasuk menegakkan hukum terkait, menetapkan hak mereka berdasarkan hukum di bidang-bidang pernikahan, penempatan tenaga kerja, layanan kesehatan, masuk sekolah dan kesejahteraan sosial, serta menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi para penderita AIDS.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040