Tanggal 1 Desember 2009 adalah Hari AIDS Sedunia ke-22, tema tahun ini "Mengekang HIV/AIDS dan Menunaikan Komitmen". Berkenaan dengan itu, berbagai tempat Tiongkok menggelar aneka kegiatan amal, mendorong masyarakat mengenal secara ilmiah penyakit AIDS. Selama beberapa tahun ini, taraf pengontrolan penyakit AIDS di Tiongkok ditingkatkan dengan nyata, atmosfer kepedulian manusiawi masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS semakin tebal. Berikut laporannya.
Tiongkok pada tahun 1985 melaporkan kasus pertama kasus HIV/AIDS. Data statistik terbaru menyatakan, terhitung sampai akhir Desember tahun 2009, Tiongkok secara akumulatif melaporkan 319.8 ribu kasus terinfeksi HIV dan penderita AIDS, termasuk 49,8 ribu kasus kematian, sedangkan kasus terinfeksi baru mencapai 48 ribu, laju penyebaran wabah melamban secara keseluruhan. Akan tetapi, Wakil Menteri Kesehatan Huang Jiefu menunjukkan, pada kenyataannya jumlah penderita yang terinfeksi HIV lebih banyak sehingga situasi pengontrolannya sangat serius.
Dikatakannya, " Berdasarkan prakiraan bersama Kementerian Kesehatan Tiongkok, Program AIDS PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, sampai akhir tahun 2009, kasus sejenis di Tiongkok akan mencapai sekitar 74 ribu. Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual telah menjadi jalur penyebaran utama HIV/AIDS dengan menggantikan penyuntikan narkotika, unsur penyebaran HIV/AIDS masih luas terdapat."
Sehubungan dengan wilayah Tiongkok sangat luas, populasinya banyak dan perkembangan ekonominya tidak seimbang, pada kelompok tertentu dan sebagian daerah titik berat telah muncul keadaan puncak penyebaran HIV/AIDS, epidemi telah menyebar ke kelompok biasa dari kelompok rawan. Pekerjaan pengontrolan HIV/AIDS senantiasa merupakan pekerjaan utama pemerintah Tiongkok.
Rumah Sakit You'an Beijing sejak tahun 1990 mulai menerima dan merawat penderita AIDS, selain kemampuannya bertambah, RS juga dilengkapi klinik khusus untuk mengadakan penyaringan, konseling dan ruang gerak, obat antivirus dibagi gratis, semuanya itu telah mengurangi kekuatiran atas gangguan di belakang bagi penderita AIDS dan yang terinfeksi HIV.
Kebijakan Tiongkok mengenai pengontrolan HIV/AIDS ialah menjadikan penderita AIDS yang tidak mempunyai jaminan pengobatan dan kondisi ekonominya sulit sebagai sasaran, menyediakan kepada mereka obat anti virus. Bagi mereka yang sukarela menerima konseling dan deteksi di seluruh negeri, rumah sakit menyediakan konseling gratis dan deteksi dini penyaringan, sedangkan bagi wanita hamil yang terinfeksi HIV/AIDS, disediakan obat-obatan gratis pencegah penularan HIV dari ibu ke bayi serta reagensia guna mendeteksi HIV bayi, bagi anak yatim piatu korban AIDS juga dibebaskan biaya sekolah. Selain itu, memberikan tunjangan kepada para penderita AIDS dan orang yang terinfeksi HIV yang keadaan ekonominya sulit.
Sejauh ini, keuangan pusat telah mengucurkan dana sekitar 160 juta yuan RMB yang terutama digunakan untuk biaya pengobatan penyakit AIDS dengan obat tradisional Tiongkok TCM, deteksi klinis, penataran tenaga medis serta pembangunan dan pengelolaan basis penelitian dan pengembangan vaksin dan lain sebagainya. Praktek membuktikan TCM juga ampuh untuk mengobati penyakit AIDS, meningkatkan dan menstabilkan fungsi imunisasi penderita AIDS dan mengurangi efek samping obat anti virus.
Tugas urgen sekarang ialah memeratakan pengetahuan mengenai AIDS dan penyebarannya, menghapuskan dengan tuntas diskriminasi terhadap penderita AIDS dan keluarganya termasuk menegakkan hukum terkait, menetapkan hak mereka berdasarkan hukum di bidang-bidang pernikahan, penempatan tenaga kerja, layanan kesehatan, masuk sekolah dan kesejahteraan sosial, serta menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi para penderita AIDS.

















