Komisi Senat Amerika Serikat (AS) akhir tahun lalu meloloskan rancangan undang undang (RUU) layanan kesehatan versi Senat melalui pemungutan suara, sehingga meratakan jalan bagi Presiden Barack Obama untuk mendukung reformasi layanan kesehatan. Akan tetapi, ini tidak berarti lancarnya reformasi tersebut, sehubungan dengan sejumlah isi kunci RUU versi Dewan Perwakilan berbeda banyak dengan versi Senat, maka, dicapainya dokumen terakhir RUU tersebut diperkirakan akan mengalami perundingan yang alot dan proses konsesi.
Pukul 7 pagi tanggal 24 Desember tahun lalu, para angota Senat memberikan suara terhadap RUU reformasi layanan kesehatan yang didukung kuat oleh Obama. Sehubungan dengan pemungutan suara mengalami 3 kali putaran persiapan, maka, Partai Demokrat berkeyakinan penuh atas diterima baiknya RUU. Hasil penghitungan suara akhirnya ditentukan dengan suara 60 lawan 39. Ketua Senat dari Partai Demokrat, Harry Reid mengatakan, " Senat AS sebelumnya belum pernah menemukan cara penyelesaian yang demikian, agar umum dapat mampu membayar premi asuransi kesehatan dan dapat menghemat biaya asurasi. Ini merupakan kemenangan rakyat AS, agar mereka yang bergabung dalam asuransi dapat terus menikmati asuransi, sedangkan yang belum bergabung juga dapat dicantumkan dalam sistem asuransi terkait. Kemenangan ini terletak pada semua orang mempunyai hak untuk hidup sehat."
Obama juga memberikan penilaian tinggi terhadap arti diterima baiknya RUU tersebut oleh Senat. Dikatakannya, " Dalam pemungutan suara yang historik ini, para anggota Senat sama dengan para anggota Dewan Perwakilan sebelumnya, meloloskan RUU reformasi asuransi kesehatan yang mempunyai arti sejarah, membawa sampai final upaya sistem reformasi layanan kesehatan. Diloloskannya RUU tersebut telah membawa kehidupan yang stabil dan aman bagi warga AS.
Berdasarkan RUU tersebut, AS akan mengucurkan dana sejumlah 871 miliar dolar AS untuk merombak sistem layanan kesehatan, sehingga kesejahteraan dapat menjangkau setiap warga AS, bagi yang belum bergabung dalam asuransi juga mendapat manfaat, sedangkan perusahaan asuransi tidak boleh menolak penggabungan warga karena kondisi kesehatan mereka. Bagi para oposan, termasuk Partai Republik, RUU reformasi layanan kesehatan merupakan 'kesalahan besar'. Senator Partai Republik Jon Kyl mengatakan, " RUU tersebut akan mendatangkan lebih banyak kekecewaan dan defisit, dan tidak mendatangkan nilai tambahan apa pun, hanya defisit."
Tapi, banyak tokoh think tank menyetujui RUU tersebut, Periset Ekonomi senior Brookings Institute, Alice Rivlin mengatakan, " Melesunya ekonomi memungkinkan keurgenan reformasi layanan kesehatan. Ketika orang kehilangan pekerjaannya, ini berarti kehilangan layanan kesehatan. Dikatakan dari keseluruhan, reformasi tersebut berarti menemukan jalan yang lebih efektif, membantu kami mengurangi belanja pemerintah dalam jangka panjang dan perlu segera dilakukan."
Akan tetapi, para anggota Senat dan Dewan Perwakilan sama-sama menyatakan, dewasa ini, sangatlah tidak mudah mengadakan reformasi layanan kesehatan, mereka akan semaksimal mungkin mengadakan kerja sama untuk menjamin diloloskannya RUU tersebut. Doktor Steven Kull dari Universitas Maryland mengatakan, " Kebanyakan orang mengakui keunggulan reformasi tersebut, tapi masih terdapat sebagian yang merasa tegang dan resah terhadap kosa kata baru yang kurang jelas bagi mereka. Begitu dilakukan reformasi dan seiring dengan lewatnya waktu, umum akan lebih familiar terhadap sistem reformasi layanan kesehatan."
Biar bagaimana pun, apakah reformasi asuransi layanan kesehatan dapat membawa banyak manfaat bagi warga AS, kini masih perlu diamati.

















