Komisi Senat AS Loloskan RUU Reformasi Layanan Kesehatan
  2010-02-18 18:24:41  CRI

Komisi Senat Amerika Serikat (AS) akhir tahun lalu meloloskan rancangan undang undang (RUU) layanan kesehatan versi Senat melalui pemungutan suara, sehingga meratakan jalan bagi Presiden Barack Obama untuk mendukung reformasi layanan kesehatan. Akan tetapi, ini tidak berarti lancarnya reformasi tersebut, sehubungan dengan sejumlah isi kunci RUU versi Dewan Perwakilan berbeda banyak dengan versi Senat, maka, dicapainya dokumen terakhir RUU tersebut diperkirakan akan mengalami perundingan yang alot dan proses konsesi.

Pukul 7 pagi tanggal 24 Desember tahun lalu, para angota Senat memberikan suara terhadap RUU reformasi layanan kesehatan yang didukung kuat oleh Obama. Sehubungan dengan pemungutan suara mengalami 3 kali putaran persiapan, maka, Partai Demokrat berkeyakinan penuh atas diterima baiknya RUU. Hasil penghitungan suara akhirnya ditentukan dengan suara 60 lawan 39. Ketua Senat dari Partai Demokrat, Harry Reid mengatakan, " Senat AS sebelumnya belum pernah menemukan cara penyelesaian yang demikian, agar umum dapat mampu membayar premi asuransi kesehatan dan dapat menghemat biaya asurasi. Ini merupakan kemenangan rakyat AS, agar mereka yang bergabung dalam asuransi dapat terus menikmati asuransi, sedangkan yang belum bergabung juga dapat dicantumkan dalam sistem asuransi terkait. Kemenangan ini terletak pada semua orang mempunyai hak untuk hidup sehat."

Obama juga memberikan penilaian tinggi terhadap arti diterima baiknya RUU tersebut oleh Senat. Dikatakannya, " Dalam pemungutan suara yang historik ini, para anggota Senat sama dengan para anggota Dewan Perwakilan sebelumnya, meloloskan RUU reformasi asuransi kesehatan yang mempunyai arti sejarah, membawa sampai final upaya sistem reformasi layanan kesehatan. Diloloskannya RUU tersebut telah membawa kehidupan yang stabil dan aman bagi warga AS.

Berdasarkan RUU tersebut, AS akan mengucurkan dana sejumlah 871 miliar dolar AS untuk merombak sistem layanan kesehatan, sehingga kesejahteraan dapat menjangkau setiap warga AS, bagi yang belum bergabung dalam asuransi juga mendapat manfaat, sedangkan perusahaan asuransi tidak boleh menolak penggabungan warga karena kondisi kesehatan mereka. Bagi para oposan, termasuk Partai Republik, RUU reformasi layanan kesehatan merupakan 'kesalahan besar'. Senator Partai Republik Jon Kyl mengatakan, " RUU tersebut akan mendatangkan lebih banyak kekecewaan dan defisit, dan tidak mendatangkan nilai tambahan apa pun, hanya defisit."

Tapi, banyak tokoh think tank menyetujui RUU tersebut, Periset Ekonomi senior Brookings Institute, Alice Rivlin mengatakan, " Melesunya ekonomi memungkinkan keurgenan reformasi layanan kesehatan. Ketika orang kehilangan pekerjaannya, ini berarti kehilangan layanan kesehatan. Dikatakan dari keseluruhan, reformasi tersebut berarti menemukan jalan yang lebih efektif, membantu kami mengurangi belanja pemerintah dalam jangka panjang dan perlu segera dilakukan."

Akan tetapi, para anggota Senat dan Dewan Perwakilan sama-sama menyatakan, dewasa ini, sangatlah tidak mudah mengadakan reformasi layanan kesehatan, mereka akan semaksimal mungkin mengadakan kerja sama untuk menjamin diloloskannya RUU tersebut. Doktor Steven Kull dari Universitas Maryland mengatakan, " Kebanyakan orang mengakui keunggulan reformasi tersebut, tapi masih terdapat sebagian yang merasa tegang dan resah terhadap kosa kata baru yang kurang jelas bagi mereka. Begitu dilakukan reformasi dan seiring dengan lewatnya waktu, umum akan lebih familiar terhadap sistem reformasi layanan kesehatan."

Biar bagaimana pun, apakah reformasi asuransi layanan kesehatan dapat membawa banyak manfaat bagi warga AS, kini masih perlu diamati.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040