Seiring dengan tibanya musim gugur, kasus influenza A/H1N1 di Daratan Tiongkok bertambah terus. Pejabat Kementerian Kesehatan, Liang Wannian menyatakan, dalam waktu dekat, epidemi flu A/H1N1 cenderung menyebar dengan cepat dan situasinya mengalami perubahan baru. Pihaknya kini telah menggalakkan langkah pencegahan, mengontrol dengan ketat penyebaran massal di komunitas, mengintensifkan pengobatan terhadap penderita yang parah dalam rangka mengurangi tingkat bahaya epidemi.
Dewasa ini, kecenderungan penyebaran epidemi flu A/H1N1 di seluruh dunia terus bertambah. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terhitung sampai awal September, dilaporkan 188 negara dan daerah terjadi epidemi, seluruhnya dilaporkan 250.000 kasus yang teridentifikasi dan 2800 kasus kematian. Dewasa ini, belahan utara dunia memasuki musim rontok dan epidemi muncul kecenderungan penularan cepat. Liang Wannian mengatakan, dilihat dari situasi di Tiongkok, epidemi flu A/H1N1 mengalami sejumlah perubahan yang baru. Epidemi menyebar dari daerah pesisir ke seluruh negeri, dari kota ke desa, dari terinfeksi di luar negeri hingga penularan massal dalam negeri, dari kasus yang tersebar berkembang menjadi epidemi memusat. Kini, tercatat 31 provinsi, daerah otonom dan kota setingkat provinsi telah dilaporkan kasus flu babi dan jumlahnya bertambah setiap hari.
Liang Wannian menyatakan, berdasarkan kecirian dan kecenderungan perkembangan epidemi, Tiongkok menyesuaikan kembali langkah pencegahan yang standardisasi dan prosedurisasi, sementara memadukan vaksinasi.
Dinyatakan pula, perlu mengadakan vaksinasi darurat secara teratur berdasarkan mengetahui fakta kasus, mendapat persetujuan, sukarela dan gratis.
Penyebaran penyakit dalam sebuah populasi secara massal yang terjadi baru-baru ini, laporan terkait di kalangan siswa dan sekolah mencapai 85 persen ke atas. Merujuk pada kecenderungan itu, Kementerian Pendidikan mengambil langkah terkait termasuk tidak mengadakan rapat atau perkumpulan berskala besar di dalam kamar, begitu ditemukan kasus suspect atau kasus terdianogsa flu A/H1N1 di sekolah dan taman anak-anak, perlu segera melaporkan kepada badan pengontrolan penyakit setempat, sementara membantu badan terkait mengambil langkah penanggulangan epidemi yang relevan. Daerah yang relatif serius dilanda epidemi, sekolah mengambil langkah prefentif dengan menggunakan obat tradisional Tiongkok (TCM) yang bersasaran. Berdasarkan usul atau saran badan kesehatan, perlu mengkoordinasikan vaksinasi. Tahap selanjutnya bagaimana menerapkan langkah tersebut, semuanya merupakan titik berat pekerjaan pengontrolan badan pendidikan.

















