23 November 2009, terjadi peristiwa kekerasan serius berupa penculikan dan pembunuhan sejumlah tokoh politik setempat dan wartawan di Provinsi Maguindanau, Filipina. 57 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa itu. Pihak penguasa Filipina menuduh Andal Ampatuan Jr., putra Gubernur Maguindanau Andal Ampatuan sebagai tersangka utama pelaku kasus pembantaian politik tersebut. Menurut pihak kepolisian Filipina, 161 orang dikonfirmasi langsung ambil bagian dalam pembantaian politik tersebut.

















