Web  indonesian.cri.cn  
Kamboja
  2010-01-06 12:57:44  CRI

Nama negara: Kerajaan Kamboja

Bendera Nasional: Terdiri dari tiga segi panjang melintang yang sejajar, di tengahnya adalah segi panjang agak lebar warna merah, di atas dan bawahnya adalah segi panjang warna biru. Warna merah melambangkan keberuntungan dan kegembiraan, warna biru lambang terang dan kebebasan. Di bagian tengah jalur warna merah terdapat gambar Angkor Watt putih dengan pinggiran emas. Angkor Watt adalah bangunan Buddha yang tersohor, melambangkan sejarah Kamboja yang panjang dan budayanya yang tua.

Lambang negara: pedang raja di dalam gambar berbentuk belah ketupat berada di atas sebuah baki, melambangkan supremasi kekuasaan raja; atap berbentuk payung lima susun dikawal oleh singa di kedua sisinya. Dalam budaya adat Kamboja, angka lima melambangkan kesempurnaan dan keberuntungan; daun palem di kedua sisi melambangkan kemenangan. Pita di bagian dasar tertulis "Raja Kerajaan Kamboja" dalam bahasa Kamboja. Seluruh gambar melambangkan Kerajaan Kamboja di bawah pimpinan raja adalah sebuah negara kesatuan, utuh, bersatu dan bahagia.

Hari kemerdekaan (Hari berdirinya tentara): 9 November ( memproklamasikan kemerdekaan setelah membebaskan diri dari dominasi kolonial Perancis tahun 1953); Hari nasional: 24 Juni.

Geografi dan kondisi alam: luas 180.000 km persegi lebih. Terletak di bagian selatan Semenanjung Tengah Selatan Asia Tenggara, berbatasan dengan Laos di sebelah utara, bertetangga dengan Thailand di sebelah barat laut, bersambung dengan Vietnam di sebelah timur dan tenggara, dan menghadap Teluk Siam di sebelah barat daya. Panjang garis pantai 460 km. Tergolong iklim angin musiman tropik, suhu rata-rata sepanjang tahun 29?30 derajat Celsius, antara Mei dan Oktober adalah musim hujan, dan antara November dan April tahun berikutnya adalah musim kemarau.

Populasi: 13,40 juta jiwa, 84,3 persen di antaranya penduduk desa, jumlah penduduk kota 15,7 persen. Terdapat lebih 20 etnis, jumlah penduduk etnis Khmer menempati 80 persen. Bahasa Khmer adalah bahasa nasional, bersama bahasa-bahasa Inggris dan Perancis merupakan bahasa resmi. Buddha adalah agama nasional, lebih 80 persen penduduk menganut agama Buddha.

Ibukota dan daerah administrasi: Pnom Penh, jumlah penduduk 1,10 juta (tahun 1998). Seluruh negeri terbagi 20 provinsi dan 4 kota tingkat provinsi. Pnom Penh adalah pusat politik, ekonomi, kebudayaan dan agama seluruh negeri.

Politik: Berdasarkan ketentuan Undang Undang Dasar (UUD), Kamboja adalah sebuah negara kerajaan monarki konstitusional dengan sistem trias politica. Raja adalah kepala negara seumur hidup, panglima tertinggi tentara negara, lambang kesatuan dan keabadian negara. Raja berhak mengumumkan amnesti, dan berhak membubarkan Majelis Nasional berdasarkan usul Perdana Menteri dan setelah mendapt persetujuan Ketua Majelis Nasional. Ketua Senat akan menjalankan tugas kepala negara ad interim selama raja berhalangan atau tidak berada di dalam negeri. Takhta kerajaan tidak diwariskan. Setelah raja wafat, Komisi Takhta Kerajaan 9 Orang yang terdiri dari perdana menteri, pemimpin kedua faksi Buddhis, ketua dan wakil ketua Senat dan Majelis Nasional akan memilih raja baru dari keturunan raja. Majelis Nasional adalah lembaga kekuasaan dan lembaga legislatif tertinggi di Kamboja, masa tugas 5 tahun. Senat adalah lembaga legislatif negara, berhak membahas rancangan undang-undang (RUU) yang diluluskan Majelis Nasional, masa tugas 6 tahun. UUD Kamboja menetapkan, undang-undang negara harus dibahas dan diluluskan oleh Majelis Nasional, Senat dan Komisi Konstitusional, dan akan berlaku setelah ditandatangani oleh raja. Tugas kepala negara dijalankan untuk sementara oleh Ketua Senat selama raja berhalangan atau tidak berada di dalam negeri. Juli 2004, Kamboja memberlakukan pasal UUD tambahan yang menetapkan bahwa Majelis Nasional dapat menentukan calon pimpinan Majelis Nasional dan mengesahkan pemerintah baru dengan mengadakan pemungutan suara. Oktober 2004, Majelis Nasional Kamboja membahas dan mengesahkan undang-undang tentang pembentukan dan pelaksanaan komposisi Komisi Takhta Kerajaan tentang pemilihan pewaris takhta kerajaan. Dalam mana ditetapkan untuk memilih raja baru Kamboja dalam waktu 7 hari setelah raja wafat, pensiun dan mundur dari takhtanya.

Ekonomi: Kamboja adalah negara pertanian tradisional, dasar industri lemah, tergolong salah satu negara yang paling tidak berkembang, 28 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Obyek-obyek wisata antara lain Angkor Watt yang tersohor di dunia.

Pers dan penerbitan: ada 132 surat kabar dan majalah, di antaranya 97 surat kabar berbahasa Kamboja, 35 berbahasa Inggris, Perancis, Tionghoa dan Jepang. Kantor berita Kamboja (AKP) adalah satu-satunya kantor berita resmi di negeri itu, berdiri pada tahun 1980. Di Kamboja terdapat 11 stasiun radio super gelombang pendek, FM103 adalah milik negara yang menyiar 18 jam sehari, selain itu terdapat 6 stasiun televisi.

Diplomasi: Menganut politik luar negeri merdeka, damai, netral untuk selamanya dan non blok, menentang agresi dan interfensi asing, menganjurkan untuk menaati lima prinsip hidup berdampingan secara damai, membangun hubungan persahabatan dengan semua negara tetangga. Kamboja mendukung pembangunan kawasan damai, bebas, netral dan kerjasama Asia Tenggara. Bergabung dengan ASEAN April 1999.

Hubungan dengan Tiongkok: Perkenalan Kepala Negara Kamboja Pangeran Norodom Sihanuk dengan Perdana Menteri Zhou Enlai pada kesempatan Konferensi Asia Afrika di Bandung bulan April 1955 dianggap sebagai awal baru hubungan persahabatan antara Kamboja dan Tiongkok. Kedua negara membuka hubungan diplomatik 19 Juli 1958.

Tiongkok dan Kamboja bersifat saling mengisi di bidang ekonomi, kerjasama ekonomi dan dagang sangat potensial. Nilai perdagangan antara kedua negara selama tahun-tahun belakangan ini terus meningkat. Nilai perdagangan bilateral bertambah dari tidak sampai 30 juta dolar Amerika belasan tahun lalu menjadi 560 juta dolar Amerika tahun 2005. Tiongkok adalah pula salah satu negara investor penting bagi Kamboja. Investasi Tiongkok di Kamboja pada tahun 2005 di atas satu miliar dolar Amerika.

Stop Play
Terpopuler
• Berbagai Kalangan di Indonesia Harapkan Kunjungan Xi Jinping
• Rapat Peringatan Genap 60 Tahun Pembentukan Asosiasi Agama Islam Tiongkok Digelar
• Sound Group, Perusahaan Terkaya Ke-72 Di Tiongkok Melibatkan Diri Dalam Pengolahan Limbah Indonesia
• Yu Zhengsheng Temui Politikus Partai Demokrat Jepang
• Xi Jinping Inspeksi Ke Distrik Militer Shenyang
• Renang Persembahkan Emas Pertama di AYG Ke-2 Nanjing
Indeks>>
Komentar Pembaca
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
• 0062878****6123
kapan cri mengudara lgi di radio elsinta
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040