--Remon Fauzi dari Radio Elshinta
  2012-07-11 14:55:37  CRI
Perjalanan dari beijing menuju Xinjiang salah satu daerah otonom di Tiongkok dimulai pagi itu bersama perwakilan dari berbagai Negara yang juga ikut dalam suasana yang akrab dan menyenangkan, karena diantara kami belum ada yang menginjakan kaki di daerah Xinjiang yang kaya dengan kebudayaan, mulai dari ragam makanan dan tarian yang kami saksikan di Xinjiang Bazar Baquet Art Theatre sambil menyantap makan malam disana.

Didaerah Xinjiang berpenduduk mayoritas memeluk agama Islam dimana terlihat bangunan Mesjid yang cukup besar di wilayah barat Tiongkok ini dan alangkah terkejutnya hingga pukul 22.00 waktu Xinjiang matahai baru tenggelam.

Sebelumnya kami berkunjung ke salah satu perusahaan website www.tianshanet.com yang terbesar di Xinjiang yang menampilkan berita-berita dari berbagai bahasa yang menjadi referensi masyarakat Tiongkok.

Selain itu kami juga mengunjungi Qarluk Animation salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Apple untuk software dan program. Qarluk mempunyai sekolah untuk creator-creator muda dalam bidang animasi yang mereka pertontonkan kepada kami.

Akhirnya kamipun tiba disalah satu hotel di Xinjiang dimana kami menginap yang mengakhiri perjalanan dihari pertama di Xinjiang dengan menggunakan kendaraan rombongan bus bersama kawan-kawan dari China Radio International dan sejumlah awak media dari perwakilan Negara.

--Remon Fauzi dari Radio Elshinta

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040