|
Tokoh Yang Paling Disambut
Di dalam gedung pameran itu terdapat kutipan beberapa kalimat dari pidato ketua delegasi sejumlah negera peserta konferensi. Kata-kata Zhou Enlai yang dikutip berbunyi:"Sekarang, lebih dulu saya tidak membicarakan masalah ideologi dan sistem sosial yang berbeda. Kita harus mengakui bahwa di antara negara-negara Asia dan Afrika terdapat ideologi dan sistem sosial yang berbeda, tapi itu tidak seharusnya menghalangi kita mengupayakan persamaan dan persatuan."
Seperti diketahui, Konferensi Asia-Afrika ketika itu pernah terjerumus dalam situasi sulit, tapi justru karena Zhou Enlai dengan bijaksana mengajukan pedoman "mencari persamaan sambil membiarkan adanya perbedaan", sehingga konferensi menemukan cara penyelesaian masalah dan pada akhirnya mencapai sukses. "Delegasi Tiongkok datang untuk mengupayakan persatuan, dan bukan untuk bertengkar", "delegasi Tiongkok datang untuk mengupayakan persamaan, bukan untuk mencari perbedaan." Perkataan ketua delegasi Tiongkok, Zhou Enlai itu langsung menarik perhatian para hadirin. Mereka mendengarkan pidato Zhou Enlai dengan penuh perhatian.
Berkenaan dengan salah pengertian sejumlah negara terhadap Republik Rakyat Tiongkok, Zhou Enlai dengan sabar menjelaskan, setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua yang antifasis, negara-negara Asia dan Afrika yang baru tumbuh telah memilih sistem sosial yang berbeda, tapi antara negara-negara kita ini bukan tidak bisa saling mengerti, saling menghormati, saling bersimpati dan saling mendukung. Ia juga menperkenalkan keadaan di Tiongkok bahwa Tiongkok adalah sebuah negara yang bebas menganut agama. Tiongkok menyambut baik wakil-wakil negara peserta konferensi mengadakan kunjungan ke Tiongkok kapan saja. Lebih baik melihat sendiri satu kali daripada mendengar seratus kali dari orang lain.
Begitu Perdana Menteri Zhou Enlai mengakhiri pidatonya, tepuk tangan bergemuruh segera meledak di ruang sidang. Ketua Konferensi Asia Afrika, Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamijoyo melontarkan kata-kata pujian: "Zhou Enlai sekali lagi menunjukkan dirinya benar-benar seorang negarawan dan diplomat yang besar. ...... Ia senantiasa menangani hubungan antar negara dengan berpegang pada prisip hidup berdampingan secara damai." Perdana Menteri India, Nehru mengatakan, pembicaraan Perdana Menteri Zhou Enlai "adalah sebuah pidato yang sangat baik." Kantor berita dan surat kabar asing pada waktu itu menurunkan banyak komentar dengan menyebut pembicaraan Zhou Enlai sebagai "pidato perdamaian", dan Perdana Menteri Zhou Enlai adalah "tokoh yang paling disambut" dalam konferensi itu.
1 2 3 4
|