Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-04-14 15:33:44    
Sinar Cemerlang Abadi Semangat Konferensi Asia Afrika - tulisan Kong Yuanzhi dan Yang Kangshan

cri

Arti Menjangkau Jauh Koferensi Asia Afrika

Petugas museum peringatan dengan ramah mengundang kami untuk menyaksikan film dokumentasi tentang Konferensi Asia Afrika.

Dalam film itu kami menyaksikan kemeriahan rakyat Indonesia yang menyanyi dan menari merayakan sukses Konferensi Asia Afrika, dan menyaksikan pula suasana khitmad pembukaan koferensi tersebut. Kami lebih-lebih terkesan akan laporan langsung ketika Perdana Menteri Zhou Enlai menyampaikan pidato.

Di antara 29 negara yang menghadiri KAA ketika itu, hanya 5 negara telah membuka hubungan diplomatik dengan Tiongkok, sebagian besar selebihnya memelihara "hubungan diplomatik" dengan pihak penguasa Taiwan. Pedoman umum Tiongkok menghadiri konferensi KAA ialah "berupaya memperluas front persatuan perdamaian dunia, mendorong gerakan kemerdekaan nasional, dan menciptakan syarat untuk menggalang dan meningkatkan hubungan Tiongkok dengan beberapa negara Asia Afrika." Sukses penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tidak saja telah membuka situasi diplomatik bagi Tiongkok, menguntungkan pula untuk mematahkan bendungan dan blokade Amerika terhadap Tiongkok, serta meningkatkan saling pengertian dan kerjasama dengan negara-negara Asia dan Afrika.

Kami meninggalkan museum peringatan itu dengan perasaan sangat haru. Dasa sila Konferensi Asia Afrika yang diprakarsai oleh Konferensi Bandung tahun 1954 di mana Tiongkok dan Indonesia serta negara-negara lain aktif mengambil bagian, bersama dengan lima prinsip hidup berdampingan secara damai telah menjadi prinsip pembimbing penting dalam hubungan internasional zaman sekarang dan diakui oleh masyarkat internasional. Prinsip-prinsip itu mempunyai daya hidup yang perkasa. Pada waktu itu Perdana Menteri Zhou Enlai dalam pidatonya menunjukkan, dasa sila KAA merupakan perluasan dan perkembangan lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Dasa sila sekali lagi telah menunjukkan arah bagi negara-negara yang ingin hidup berdampingan secara damai untuk melakukan upaya. Semangat persatuan rakyat Asia Afrika untuk melawan imperialisme, persamaan antara semua negara baik besar maupun kecil, memperjuangkan dan membela kemerdekaan nasional serta meningkatkan persahabaran antara rakyat berbagai negara yang tercermin pada dasa sila KAA, juga disebut sebagai "semangat Bandung". Apabila dikatakan, Konferensi Asia Afrika setengah abad yang lalu dengan kuat telah mendorong rakyat Asia Afrika bersatu melawan imperlialisme, serta memperjuangkan dan membela kemerdekaan negara, maka, kita memperingati Konferensi Asia Afrika sekarang ini akan menginspirasi ratusan juta rakyat Asia Afrika menentang hegemonisme, dan maju bergandengan tangan untuk membangun kehidupan yang bahagia dan tatanan dunia yang adil. Dari sini dapat diketahui bahwa semangat l Konferensi Asia Afrika tidak saja mempunyai arti sjerah yang mendalam, tapi juga mempunyai arti realistis yang penting. Konferensi Asia Afrika akan kekal tercatat dalam sejarah. Kami dengan tulus mngharapkan semangat Konferensi Asia Afrika akan memancarkan sinar cemerlang sepanjang masa.


1  2  3  4