Perhelatan Budaya Islam Tiongkok-Indonesia Digelar di Jakarta
  2010-07-26 13:41:24  CRI

Pameran dan Pertunjukan Budaya Islam Tiongkok-Indonesia 2010 hari Jumat lalu (23/7) digelar di Balai Kartini, Jakarta. Perhelatan budaya yang akan berlangsung tiga hari itu mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan Indonesia.

Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Biro Urusan Agama Nasional Tiongkok, Wang Zuo'an, Ketua Persatuan Umat Islam Tiongkok, Imam Chen Guangyuan, Menteri Agama Indonesia, H. Suryadharma Ali serta sebanyak 200 tokoh berbagai kalangan. Menteri Agama Tiongkok, Wang Zuo'an dalam sambutannya memperkenalkan perkembangan agama Islam di Tiongkok. Ia mengatakan, budaya Islam sudah lama meresap dalam kebudayaan Tiongkok, dan menjadi bagian yang tak terlepaskan. Ia mengatakan:

"Agama Islam masuk Tiongkok sekitar 1.300 tahun lalu. Dalam kurun waktu yang panjang itu, Islam berangsur-angsur beradaptasi terhadap lingkungan Tiongkok, dan meresap dalam kebudayaan Tiongkok untuk membentuk budaya Islam yang berkepribadian khas Tiongkok, sehingga menjadi unsur baru dalam peradaban Tionghoa yang bersejarah panjang. Melalui perhelatan akbar ini, masyarakat akan mengenal proses perkembangan agama Islam di Tiongkok, menghayati pesona unik kebudayaan Islam Tiongkok dan aneka ragam kehidupan umat Muslim Tiongkok, serta mengetahui eksistensi dan pembauran aneka kebudayaan dengan kebudayaan Tiongkok.

Menteri Agama Indonesia, Suryadharma Ali mengucapkan selamat atas pembukaan pameran dan pertunjukan. Ia menilai positif kegiatan itu dalam mendorong pertukaran persahabatan antar rakyat kedua negara. Dia mengatakan:

"Saya atas nama pemerintah Indonesia menyatakan selamat atas pembukaan Pameran dan Pertunjukan Kebudayaan Islam Tiongkok-Indonesia 2010, menyatakan penghormatan tulus kepada para peserta kegiatan, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan ini bertepatan dengan ulang tahun ke-60 penggalangan hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok. Kegiatan ini tentu akan mendorong pertukaran persahabatan rakyat kedua negara, serta memperdalam saling pengertian terhadap kebudayaan pihak lainnya."

Pameran dan Pertunjukan Kebudayaan Islam Tiongkok-Indonesia 2010 adalah salah satu dari rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-60 penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia, sekaligus merupakan pertukaran pertama yang bersifat ekstensif dan mendalam antara kebudayaan Islam kedua negara.

Dalam pameran itu akan ditampilkan hampir 300 foto tentang sejarah agama Islam di Tiongkok, serta kehidupan kaum Muslim Tiongkok. Juga akan dipamerkan altar keramik yang berusia 300 tahun dan bertuliskan ayat suci Al Quran. Selain itu, akan dipamerkan pula naskah tulisan tangan Al Quran serta 80 lebih lukisan dan kaligrafi huruf Kanji dan Arab yang digarap para seniman Muslim Tiongkok.

Di ruang pameran, Nyonya Wati dan keluarganya tertarik pada karya kaligrafi Muslim Tiongkok. Nyonya Wati mengatakan.

"Bagus sekali. Dari pameran ini saya baru tahu bahwa Tiongkok juga punya kaligrafi Islam. Sebelumnya saya tidak sangka di Tiongkok ada budaya Islam yang begitu kaya. Sebagai Muslimin, saya merasa bangga sekali. Dulu saya tak pernah mengira bahwa di Tiongkok ada begitu banyak Muslim."

Seperti yang dikatakan Ketua Persatuan Umat Islam Tiongkok, Chen Guangyuan dalam kata sambutannya, kegiatan pameran dan pertunjukan kali ini secara menyeluruh memperlihatkan kepada umat Muslim Indonesia tentang sejarah dan keadaan kebudayaan Islam Tiongkok dewasa ini. Dia berharap kegiatan ini dapat mendorong pertukaran persahabatan antara umat Muslim kedua negara.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040