Web  indonesian.cri.cn  
Danau Qinghai
  2016-07-17 16:48:47  CRI

Danau Qinghai adalah danau yang terletak di provinsi Qinghai, dan merupakan danau terbesar di Tiongkok. Danau ini terletak sekitar 100 km sebelah barat Xining,ibu kota propinsi Qinghai dan berada pada ketinggian 3.205 di atas permukaan laut.

Pada abad ke-20, luas danau ini mengecil, namun kembali membesar pada tahun 2004. Ini bermanfaat dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah Tiongkok.

Tiongkok telah mengadakan pengelolaan yang lebih ketat dan ilmiah terhadap Danau Qinghai. Menurut konsep terkait Provinsi Qinghai, berbagai pembangunan permanen di sekitar daerah pemandangan Danau Qinghai dihentikan sementara juga tidak mengizinkan dimulainya proyek baru.

Menurut konsep tersebut, jalan bebas hambatan nasional nomor 109 sekarang dipindahkan ke selatan dan kendaraan bermotor tidak diperbolehkan memasuki daerah pemandangan Danau Qinghai.

Semua proyek pembangunan dan proyek pariwisata harus menaati tuntutan pelestarian lingkungan. Wisatawan ke depan hanya dapat menempuh jalan papan, menunggang kuda, bersepeda atau mengendarai sepeda yang memenuhi tuntutan pelestarian lingkungan.

Wakil Gubernur Provinsi Qinghai Jidimajia menyatakan, Danau Qinghai dibangun menjadi sebuah daerah pemandangan yang relatif tertutup. Melaui pembenahan dan penyempurnaan secara bertahap, pada akhirnya akan dicapai standar warisan alam dunia.

Danau Qinghai yang luasnya 4,300 kilometer persegi merupakan danau air asin pedalaman terbesar di Tiongkok dan tanah basah penting di dunia, dan dijuluki sebagai "Danau Dewa" oleh rakyat setempat.

Sebagai bagian penting Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, Danau Qinghai tergolong sebagai daerah yang peka perubahan cuaca global dan rapuh sistem ekologisnya.

Selama beberapa tahun ini, terpengaruh oleh menghangatnya cuaca dan faktor kegiatan manusia, permukaan air Danau Qinghai terus menurun dan degenerasi sistem ekologi di alirannya semakin gawat.

Sejauh ini, Tiongkok mengucurkan dana 470 juta yuan RMB dalam pelestarian dan pembenahan lingkungan ekologis Danau Qinghai, penghutanan kembali tanah garapan seluas 23,6 ribu hektar dan penghutanan kembali gunung gundul seluas 17 ribu hektar, dan membuat hutan penangkal gurun pasir seluas 96 ribu hektar sehingga pada tahap pertama berhasil mengekang kecenderungan memburuknya lingkungan ekologi di daerah tersebut.

Danau Qinghai juga adalah objek wisata tingkat nasional dan dijuluki sebagai atraksi yang paling mempesona di bagian barat Tiongkok. Ia bagaikan sebutir batu permata yang indah terletak di bagian timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan menarik semakin banyak wisatawan mancanegara.

Perkembangan pariwisata mendatangkan hasil guna yang cukup baik, sementara juga mendatangkan banyak kontradiksi. Eksploitasi secara membabi-buta, persaingan secara tidak teratur dan pengelolaan yang timpang tindih mengakibatkan kekacauan pariwisata Danau Qinghai dan sedang mengancam lingkungan ekologisnya.

Kalau tidak merombaknya dan mengelolanya melalui sebuah badan khusus, itu tidak hanya menguntungkan bagi pelestarian lingkungan hidup tetapi juga menguntungkan bagi pengembangan pariwisata di bawah syarat pelestarian lingkungan hidup.

Jidimajia mengatakan, semua integrasi harus dengan pelestarian lingkungan hidup sebagai prasyarat supaya Danau Dewa di lubuk hati rakyat etnis Tibet selalu memelihara pesonanya.

Stop Play
Terpopuler
• AS Akan Terus Perkuat Persekutuan AS-Jepang
• Kemenlu Tiongkok Gelar Jumpa Pers Tentang Forum Satu Sabuk Satu Jalan
• Kegiatan Peliputan Bersama Tiongkok-ASEAN dalam Kerangka Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 Digelar di Changsha
• Ancaman Baru yang dihadapi Rusia Setelah Ledakan Bom di Kereta Bawah Tanah St. Petersburg
• Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuki Tahap Implementasi Penuh
• Kunjungan Wakil PM Wang Yang ke Filipina Capai Hasil
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040