Web  indonesian.cri.cn  
Li Keqiang Uraikan Pendirian Tiongkok tentang Masalah LTS
  2016-09-08 10:49:21  CRI

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang memaparkan pendirian Tiongkok mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS) di sela-sela KTT ASEAN-Tiongkok yang digelar di Vientiane, Laos kemarin pagi (7/9).

Li Keqiang menyatakan, berkat upaya bersama Tiongkok dan negara-negara ASEAN, situasi kawasan Laut Tiongkok Selatan tengah berkembang ke arah positif. Praktek membuktikan bahwa DoC LTS yang dicapai Tiongkok dan negara-negara ASEAN berdasarkan hukum internasional dan merupakan peraturan yang terbukti efektif. Dalam belasan tahun terakhir, Tiongkok dan negara-negara ASEAN bersama-sama memelihara perdamaian dan stabilitas LTS. Prinsip DoC LTS tentang penyelesaian persengketaan secara damai melalui perundingan oleh negara-negara yang terlibat langsung telah memainkan peranan penting. Tiongkok dan negara-negara ASEAN tengah melakukan konsultasi mengenai Kode Etik Perilaku (CoC) LTS di atas dasar DoC LTS, tujuannya adalah mengontrol perselisihan, mengatasi kontradiksi dan mendorong kerja sama.

Li Keqiang menekankan, perdamaian dan stabilitas kawasan LTS berkaitan erat dengan kemakmuran dan pembangunan negara-negara di kawasan ini. Tiongkok akan bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk menangani masalah LTS dengan berlandaskan pada prinsip DoC dan jalur ganda, guna membangun Laut Tiongkok Selatan menjadi laut yang damai, bersahabat dan kerja sama.

Stop Play
Terpopuler
• Zhang Dejiang Temui Wirato dan Darmin
• Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi Tiongkok-Indonesia Digelar di Beijing
• Pertemuan ke-11 Organisasi Persahabatan Non Pemerintah Tiongkok-ASEAN Luluskan Deklarasi Siem Reap
• Perayaan HUT 50 Tahun ASEAN Digelar di Manila
• Daerah Otonom Mongolia Dalam Rayakan HUT ke-70
• Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Akan Terus Menjadi Pendorong Utama bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040