Kerja Sama Pertahanan Jepang-Inggris Memanas
  2017-12-18 14:17:04  CRI
Pertemuan "2+2" antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Inggris dan Jepang diadakan di London pada hari Kamis (14/12) pecan lalu. Kedua pihak telah mengumumkan pernyataan untuk mengintensifkan latihan militer bersama, hal ini menandakan bahwa hubungan kerja sama kedua negara di bidang keamanan dan pertahanan meningkat.

Analis berpendapat, dilatarbelakangi oleh isu Brexit dan penyesuaian kembali strategi AS di Asia Pasifik, peningkatan kerja sama pertahanan antara Jepang-Inggris menjadi sebuah kebutuhan bagi masing-masing pihak. Namun, hubungan kerja sama ini berbeda dengan hubungan aliansi Jepang-Inggris sebelum era perang, juga tak akan mendatangkan dampak besar terhadap situasi Asia Pasifik di masa kini.

Profesor Studi Jepang dari Oxford University, Ian Neary menunjukkan bahwa peningkatan kerja sama pertahanan antara Inggris dan Jepang dikarenakan kedua pihak menginginkan sekutu yang dapat mendukung satu sama lain pada periode khusus. Ia mengatakan, pihak penguasa Jepang khawatir jika pemerintah Trump tak akan menempatkan Asia Pasifik pada posisi utama strategi global AS, bahkan mungkin tak akan mengindahkan kawasan Asia Pasifik lagi, sehingga Jepang ingin mendekatkan diri dengan lebih banyak negara yang kuat di bidang militer. Inggris adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan masih memiliki pengaruh dalam Persemakmuran Inggris. Selain itu, Inggris juga adalah salah satu negara dengan Angkatan Laut yang kuat, oleh karena itu Inggris menjadi salah satu negara yang ingin didekati Jepang.

Sementara itu, jika Inggris ingin memberantas terorisme global dan meningkatkan hak bersuara dan pengaruhnya di kawasan Asia Pasifik, maka negara itu perlu mencari mitra di kawasan Asia Pasifik. Inggris dan Jepang sama-sama adalah negera kepulauan, dan Jepang sebagai negara ekonomi maju merupakan pilihan mitra yang baik bagi Inggris. Selain itu, peningkatan hubungan dan kerja sama dengan Jepang juga dapat memungkinkan Inggris mengatasi kesulitan seusai Brexit. Inggris kini tengah mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali posisi barunya di dunia pasca Brexit dan mengupayakan alternatif strategis yang baru.

Meningkatnya kerja sama keamanan dan pertahanan antara kedua negara juga mengundang opini tentang "hubungan aliansi" Jepang-Inggris. Pada awal abad ke-20, Jepang dan Inggris pernah menjalin hubungan aliansi untuk menghadapi ekspansi Czarist Rusia. Mantan Dubes Jepang untuk Inggris menyebut hubungan Jepang-Inggris sekarang ini sebagai aliansi tipe baru. Seusai pertemuan 2+2, Surat Kabar Asahi Shimbun Jepang memberitakan bahwa nuansa "semialiansi" kedua negara menjadi lebih kental.

Akan tetapi, Wakil Periset Pusat Riset Asia Pasifik Balai Penelitian Masalah Internasional Shanghai Cai Liang berpendapat, meski Inggris memandang Jepang sebagai sekutu dalam strategi keamanan dan pertahanan negara, tapi hubungan sekutu itu sama sekali berbeda dengan konsep sekutu sebelum perang. Secara objektif, dikarenakan oleh kurangnya titik temu kepentingan strategis antara kedua pihak, Inggris tak terlalu berminat untuk mengembangkan hubungan sekutu dengan Jepang.

Hubungan "semialiansi" Inggris-Jepang itu lebih ditujukan untuk mendorong kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan di masa depan. Dilihat dari sudut pandang Inggris, kerja sama kedua negara pada tahap sekarang tak akan mendatangkan dampak besar terhadap kawasan Asia Pasifik.

Stop Play
Terpopuler
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
• Presiden Tiongkok Kirim Kawat Ucapan Selamat kepada Presiden Terpilih Mesir
• Xi Jinping Menerima Surat Kepercayaan Dubes Baru Enam Negara
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040