Asia Sudah Memasuki Waktu BFA
  2018-04-07 17:36:42  CRI

Sidang tahunan 2018 Forum Asia Boao (BFA) akan digelar di Provinsi Hainan, Tiongkok dari tanggal 8 hingga 11 bulan ini. Tema sidang tahunan kali ini adalah "Asia yang terbuka dan inovatif, dunia yang makmur dan berkembang". Pakar-pakar dari berbagai negara berharap dapat mendengar suara Bo'ao, suara Tiongkok dan suara Asia yang membahas bersama rencana yang menguntungkan semua pihak serta mengupayakan kemakmuran bersama.

Direktur Eksekutif Pusat Riset Sosial dan Ekonomi dari Asosiasi Kamar Dagang Tionghoa Malaysia (ACCCIM), Lee Heng Guie mengatakan, pembelaan Tiongkok terhadap liberalisasi perdagangan global telah menciptakan lingkungan pertumbuhan ekonomi yang kondusif bagi negara-negara Asia. Pihaknya mengharapkan Tiongkok dapat menggunakan BFA sebagai platform untuk terus menjaga sistem perdagangan bebas, dan memberikan dinamika kepada perkembangan berkelanjutan ekonomi dunia.

Wakil Rektor Universitas Indonesia, Dr. Adi Zakaria Afiff mengatakan, proses globalisasi sedang berada pada persimpangan jalan, itu memungkinkan kita memaham Komunitas Senasib Sepenanggungan Manusia secara lebih mendalam. Arah dan ide pembangunan yang dipertahankan Tiongkok itu telah memberikan kontribusi penting demi penjalinan kerja sama dan kepercayaan di kawasan dan seluruh dunia. Di bidang itu, BFA merupakan platform penting yang dapat mendorong negara-negara Asia untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang indah.

Rektor National University of Singapore (NUS), Prof Tan Eng Chye berpendapat, proses globalisasi telah mengaitkan nasib berbagai negara Asia. Negara manapun yang ingin mengupayakan perkembangan membutuhkan lingkungan internasional yang damai dan stabil, harus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara lain, itulah konotasi penting Komunitas Senasib Sepenanggungan Asia dan Komunitas Senasib Sepenanggungan Manusia.

Stop Play
Terpopuler
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
• Xi Jinping: Hijaukan Bumi Tanah Air
• Presiden Tiongkok Kirim Kawat Ucapan Selamat kepada Presiden Terpilih Mesir
• Xi Jinping Menerima Surat Kepercayaan Dubes Baru Enam Negara
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040