
Seiring dengan perubahan struktur makanan dan kebiasaan kehidupan, tingkat kejangkitan penyakit kencing manis pada kelompok anak-anak juga bertambah, hal ini mengundang perhatian masyarakat yang luas.
Pakar mengatakan, anak kecil kurang pandai mengutarakan kondisi kesehatannya, ditambah gejala penyakit kencing manis termanifestasi pada infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan dan gejala itu mudah diabaikan orangtuanya, sehingga mengakibatkan diagnosis tertangguh. Ketika mereka dikonfirmasi menderita penyakit kencing manis, gejala penyakitnya relatif serius.
Pakar mengatakan, sebab terjadinya kesalahan diagnosis berikut. Pertama, gejala banyak kemih, banyak minum dan makan serta berat badannya berkurang, semuanya tidak menonjol dibandingkan dengan gejala pada kelompok orang dewasa. Anak doyan makan dan minum bahkan dianggap sebagai sinyal pertumbuhan badan dan merupakan hal yang baik. Kedua, dalam kelompok anak penderita kencing manis, sepertiga penderita gejala penyakitnya akut pada tahap pertama, dengan infeksi sebagai penyebab penyakit, atau berapa pekan dan bulan sebelum kena penyakit muncul gejala infeksi pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, sistem saluran kemih atau kulit. Anak penderita kena demam, gangguan saluran pernapasan dan tidak bersemangat, umumnya kerap salah didiagnosis sebagai infeksi saluran pernapasan bagian atas dan radang tenggorokan.
Pakar memperingatkan para orangtua, ketika merawat anaknya, perlu menaruh perhatian yang khusus terhadap gejala serupa, dengan tepat memberitahu dokter sejarah keluarga mengidap kencing manis dan keadaan penyakit dalam waktu dekat, memudahkan diagnosa dengan tepat.
Pakar berpendapat, pada mulanya dalam kelompok anak muda yang menderita penyakit kencing manis, kebanyakan adalah penderita diabetes mellitus tipe I, tapi pemeriksaan dan penelitian di Amerika Serikat dan Jepang, jumlah penderita diabetes mellitus tipe II menempati 60 persen. Dalam sensus terhadap 200 anak gemuk usia pra sekolah penderita kencing manis, akhirnya menunjukkan, tingkat kejangkitan penyakit kencing manis mencapai 2.5 persen, secara merata terdapat insulin antibody atau gangguan fungsi insulin, ini mengisyaratkan sebagian anak mungkin mudah mengidap kencing manis. Kalau anak gemuk muncul gejala banyak minum, buang kemih dan berat badannya menurun atau patologi acanthosis nigricans, juga perlu mempertimbangkan kemungkinan mengidap penyakit kencing manis tipe II, maka, harus tepat waktu mengadakan pemeriksaan gula darah dan diagnosis dini.
Pakar mengatakan, berdasarkan bahan-bahan diagnosa, mayoritas penderita anak kencing manis berkaitan dengan kegemukan, dan sekitar 80 persen penderita mempunyai sejarah keluarga.

















