|
Pada awal berdirinya Tiongkok baru , karena blokade negara-negara Amerika dan Eropa terhadap Tiongkok , Tiongkok terpaksa mengambil politik luar negeri yang berpihak,dan terpisah dengan sebagian besar negara di dunia . Akan tetapi, ketika Tiongkok pertama kali memasuki arena internasional pada tahun 1954, Tiongkok berhasil menaklukkan dunia dan mendapatkan reputasi sangat tinggi untuk Tiongkok dengan lima prinsip hidup berdamingan secara damai dan daya tarik diplomatik Perdana Menteri Zhou Enlai ketika itu. Lima prinsip hidup berdampingan secara damai sudah dikeluarkan genap 40 tahun, dan Konferensi Bandung juga sudah lewat 39 tahun, akan tetapi daya hidup lima prinsip dan semangat Bandung tetap kekal abadi. Ia merupakan prakarsa yang besar dalam sejarah hubungan internasional , dan adalah lembaran cemerlang dalam sejarah diplomatik RRT,dan telah memainkan peranan sejarah yang penting dalam pembinaan tata baru politik dan ekonomi internasional yang adil dan rasional serta membimbing hubungan antar negara, dan kini tetap mempunyai arti realis yang penting.
Tahun 1954, Pemerintah Tiongkok dalam pernyataan bersamanya masing-masing dengan pemerintah India dan Myanmar mengukuhkan prinsip-prinsip saling menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, saling tidak mengagresi, saling tidak mengintervensi urusan dalam negeri, sama derajat dan saling menguntungkan dan hidup berdampingan secara damai sebagai patokan dasar untuk membimbing hubungan satu sama lain, dengan demikian, lima prinsip hidup berdamingan secara damai dinyatakan lahir.
Lima prinsip hidup berdampingan secara damai adalah produk permintaan zaman, adalah hasil wajar perkembangan sejarah. Pemimpin-pemimpin Tiongkok antara lain Mao Tsedong dan Zhou Enlai telah memprakarsai lima prinsip hidup berdampingan secara damai pada periode sejarah yang baru .Menjelang berdirinya RRT, kawan Mao Tsedong dalam serentetan artikelnya berulang kali menguraikan prinsip tentang penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok dengan berbagai negara . Pada bulan April tahun 1949, dalam "Pernyataan Juru bicara Markas Besar Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok Berkenaan Dengan Keganasan Kapal Perang Amerika Serikat", Mao Tsedong menunjukkan, bahwa Tiongkok bersedia menggalangkan hubungan diplomatik dengan berbagai negara, tapi hubungan tersebut harus digalang diatas dasar prinsip-prinsip persamaan derajat, saling menguntungkan serta saling menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, dan pertama-tama tidak boleh membantu kaum reaksioner Guomintang. Pada tanggal 15 Juni tahun 1949, di depan rapat persiapan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) baru Tiongkok, Mao Tsedong menyatakan kepada seluruh dunia, pemerintah asing manapun, asalkan ia bersedia memutuskan hubungannya dengan golongan oposisi di Tiongkok, tidak lagi bersekongkol dengan atau membantu golongan oposisi di Tiongkok, dan mengambil sikap bersahabat yang sungguh-sungguh tapi bukan yang munafik terhadap Tiongkok Rakyat, Tiongkok bersedia mengadakan perundingan tentang pembinaan hubungan diplomatik dengan negara tersebut diatas dasar prinsip sama derajat, saling menguntungkan serta saling menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, rakyat Tiongkok bersedia bekerjasama bersahabat dengan rakyat berbagai negara, memulihkan dan mengembangkan usaha perdagangan internasional, agar menguntungkan pengembangan produksi dan pemakmuran ekonomi . Dalam artikel Tentang Diktatur Demokratis Rakyat , Mao Tsedong sekali lagi menegaskan kembali, pembinaan hubungan diplomatik dengan semua negara diatas dasar prinsip sama derajat, saling menguntungkan serta saling menghormati kedaulatan negara dan keutuhan wilayah. Politik dan prinsip tersebut telah dicantumkan kedalam Program Bersama yang diluluskan oleh Sidang Paripurna Pertana MPPR Tiongkok pada tanggal 29 September tahun l949. Di depan upacara perayaan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal l Oktober tahun 1949, Mao Tsedong mengumumkan kepada seluruh dunia, pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintah sah yang mewakili rakyat seluruh Republik Rakyat Tiongkok . Pemerintah asing manapun yang bersedia menaati prinsip-prinsip sama derajat, saling menguntungkan serta menghormati wilayah dan kedaulatan , pemerintah Tiongkok bersedia menggalang hubungan diplomatik dengannya. Ini dapat dikatakan merupakan pendahulu lima prinsip hidup berdampingan secara damai.
1 2 3 4
|