Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-04-13 15:07:37    
Hidup Berdampigan Secara Damai Adalah Tuntutan Sejarah

cri

Kedua perdana menteri menegaskan kembali prinsip tersebut, dan merasakan juga harus menerapkan prinsip tersebut dalam menangani hubungan mereka dengan Asia dan negara lain di dunia. Kalau prinsip tersebut tidak saja cocok antara kedua negara, dan diterapkan dalam hubungan internasional umum, masyarakat akan membentuk dasar kokoh perdamaian dan keamanan. Dan ketakutan dan kekhawatiran yang ada sekarang dapat digantikan dengan raya percaya." Pernyataan juga menunjukkan, di berbagai negara Asia dan dunia terdapat sistem sosial dan sistem politik yang berbeda, kalau menerima dan bertindak berdasarkan lima prinsip tersebut, negara mana puna tidak mengintervensi negara lain, perbedaaan itu tidak akan menjadi kendala perdamaian atau mengakibatkan konflik. Kedaulatan wilayah setiap negara berbagai negara terkait dan saling tidak mengagresi terjamin, negara tersebut dapat hidup berdampingan secara damai dan bersahabat satu sama lain, ini dapat meredakan situasi ketegangan dunia, dan mendorong penciptaan suasana damai, mengurangi kemungkinan terjadinya perang dan mendorong usaha perdamaian seluruh dunia.

Kemudian, Perdana Menteri Zhou Enlai mengadakan kunjungan ke Burma ( Myanmar) dari tanggal 28-29 Juni, memenuhi undangan Perdana Menteri U Nu. Dalam pembicaraan, Zhou Enlai mengatakan kepada U Nu: Negara mana pun di dunia, tidak peduli yang kuat maupun yang lemah, tak peduli bagaimana sistem sosialnya, asalkan menangani hubungan antara kedua pihak dengan lima prinsip hidup berdampingan secara damai, dapatlah hidup berdampingan secara damai dan bekerja sama secara bersahabat. Kami bersedia mengadakan hubungan bersahabat dengan semua negara di dunia berdasarkan lima prinsip tersebut, apa lagi Burma dan Tiongkok adalah negara yang mempunyai hubungan keluarga." Ketika Zhou Enlai mengusulkan mengeluarkan pernyataan mengenai hal itu, U Nu sangat setuju setelah mendengarnya. Tanggal 29 Juni, dikeluarkan Pernyataan Bersama Perdana Menteri Tiongkok-Burma, sementara mengumumkan bahwa lima prinsip tersebut juga seharusnya menjadi norma yang membimbing hubungan antara Tiongkok dan Burma." Dan bersama-sama memprakarsainya, " Kalau prinsip tersebut dapat dipatuhi oleh semua negara, maka hidup berdampingan secara damai antara negara yang sistem sosialnya berbeda akan terjamin. Sedangkan ancaman agresi dan intervensi terhadap urusan dalam negeri dan ketakutan terhadap agresi dan intervensi terhadap urusan dalam negeri, kesemua itu akan digantikan dengan perasaan aman dan saling percaya."

Lima prinsip hidup berdampingan secara damai yang diprakarsai bersama oleh ketiga perdana menteri Tiongkok, India dan Burma, segera dijunjung tinggi dan dipuji oleh opini internasional, mendapat dukungan dan pengakuan banyak negara, khususnya negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Diajukannya lima prinsip tersebut merupakan ciptaan baru dalam sejarah hubungan internasional, merupakan perkembangan baru prinsip pokok hukum internasional dalam situasi pasca Perang Dunia Kedua. Lima prinsip tersebut berdasarkan kenyataan pasca-Perang Dunia Kedua, menetapkan berbagai hak dan kewajiban dan dengan prasyarat prinsip satu sama lain, sama-sama mempunyai daya pengekang bagi negara yang berbeda sistem sosialnya dan tahap perkembanganya yang tidak sama, sedangkan isinya juga mencakup dua bidang, yaitu politik dan ekonomi, serta membentuk keseluruhan. Maka, lima prinsip hidup berdampingan secara damai merupakan manifesto negara-negara dunia ketiga yang menuntut pembinaan tatanan baru internasional yang adil dan rasional, ini menandakan dimulainya era baru hubungan internasional.

Setelah lima prinsip hidup berdampingan secara damai dikemukakan, untuk memungkinkan lebih banyak negara mengenal dan menerimanya, Mao Zedong, Zhou Enlai dan pemimpin Tiongkok lainnya berkali-kali memaparkan dalam berbagai kesempatan untuk memprakarsai lima prinsip tersebut.

Tanggal 24 Agustus tahun 1954, Mao Zedong ketika menemui delegasi Partai Buruh Inggris mengatakan, dengan kapitalisme, imperialisme dan feodalisme dapat juga hidup berdampingan secara damai. " Hanya membutuhkan satu syarat, yaitu kedua pihak bersedia hidup berdampingan secara damai. Karena kami menganggap, sistem yang berbeda juga dapat hidup berdampingan secara damai, bahkan bekerja sama." " Marilah kita menjadi sahabat, tidak hanya kerja sama di bidang ekonomi, tapi juga di bidang politik." " Ini juga termasuk Amerika Serikat, mengharapkan Amerika juga mengambil politik hidup berdampingan secara damai." Tanggal 30 September, Mao Zedong ketika menemui tamu India mengatakan: " Lima prinsip tersebut hendaknya sesuai dengan hubungan antar negara." Sementara itu, Perdana Menteri Zhou Enlai dalam pidatonya di depan rapat perayaan genap 5 tahun Hari Nasional menunjukkan: " Lima prinsip tersebut hendaknya menjadi norma pokok untuk membimbing hubungan antara berbagai negara."

Bulan Oktober, Zhou Enlai ketika menemui tamu Jepang mengatakan: " Lima prinsip tersebut seharusnya tidak terbatas pada menangani hubungan Tiongkok-India dan Tiongkok-Burma saja, tapi juga cocok bagi seluruh Asia, bahkan berbagai negara seluruh dunia." Dari tanggal 19-26 Oktober, Mao Zedong menemui Nehru selama tiga kali, berkali-kali menunjukkan: yang dipentingkan kedua negara ialah bukannya perbedaan ideologi dan sistem sosial, tapi titik persamaan kami. Tak peduli kerja sama antara orang dan orang, partai politik dan partai politik, negara dan negara, semua harus saling menguntungkan, dan tidak boleh satu pihak dirugikan. Justru oleh sebab itu, salah satu lima prisip tersebut ialah sama derajat dan saling menguntungkan. Meskipun ada perbedaan ideologi dan sistem sosial, dua partai politik dan dua negara, sepenuhnya dapat mengadakan kerja sama. Mao Zedong khusus menunjukkan, " Lima prinsip tersebut perlu dipopulerkan dalam hubungan semua negara." Bulan Desember, Mao Zedong mengadakan pertemuan dengan U Nu dua kali, sekali lagi memaparkan asas tujuan lima prinsip tersebut, yaitu tidak mengintervensi urusan dalam negeri, sama derajat dan saling menguntungkan. Mao Zedong berkali-kali menyatakan, negara baik besar maupun kecil hendaknya sama derajat, urusan dalam negerinya sendiri, negara lain tidak boleh mengintervensinya dan lain sebagainya.

Singkat kata, diajukannya lima prinsip hidup berdampingan secara damai bukannya kebetulan, merupakan hasil wajar perkembangan sejarah. Setelah diajukannya, melalui prakarsa ketiga negara Tiongkok, India dan Burma, berangsur-angsur diterima baik oleh mayoritas negara di dunia. Praktek selama 40 tahun menunjukkan, lingkup penerapan lima prinsip tersebut semakin luas dan menjadi norma hubungan internasional.


1  2  3  4