|
Pada bulan September dan Oktober tahun 1953, Perdana Menteri Tiongkok dan India menetapkan melalui jalur diplomatik bahwa wakil pemerintah kedua pihak akan mulai mengadakan perundingan di Beijing bulan Desember tahun 1953 mengenai hubungan daerah Tibet Tiongkok dengan India. Pada pukul 1 sore tanggal 31 bulan Desember tahun itu, PM Zhou Enlai di Taman Zhong Nanhai menemui delegasi pemerintah India yang dipimpin oleh Duta Besar India Untuk Tiongkok. PM Zhou mengatakan, kami yakin bahwa hubungan Tiongkok-India pasti akan membaik hari demi hari. Sejumlah masalah terkantung yang matang pasti akan dapat diselesaikan dengan lancar. Tiongkok Baru sejak didirikan telah menetapkan prinsip dalam menangani hubungan Tiongkok-India, yaitu saling menghormati kedaulatan wilayah, saling tidak mengagresi, saling tidak mengintervensi urusan dalam negeri, persamaan derajat dan saling menguntungkan, hidup berdampingan secara damai. Duta Besar India atas nama pihak India langsung menyatakan menyetujui lima prinsip yang dikemukakan PM Zhou Enlai. Tiongkok dan India adalah dua negara besar Asia dan juga negara tetangga. Kedua negara pernah diagresi dan ditindas oleh imperialisme dan kolonialisme. Rakyat kedua negara mencapai kemerdekaan melalui perjuangan yang gigih. Sistem politik dan sosial yang dijalankan kedua negara yang berbeda setelah pembentukan negara, lebih-lebih sejumlah masalah peninggalan sejarah akibat ekonomi kolonialis Barat telah merintangi perkembangan hubungan kedua negara. Tiongkok pernah berulang kali menyatakan bahwa masalah yang terdapat antara kedua negara dapat diselesaikan melalui perundingan di atas lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Melalui musyawarah sepenuhnya dengan Delegasi India di Beijing selama 4 bulan, kedua pihak pada tanggal 29 April tahun 1954 mencapai dan menandatangani Persetujuan Tiongkok-India Mengenai Perdagangan dan Transportasi Antara Tibet Tiongkok dan India. Lima prinsip yang dikemukakan PM Zhou ditulis ke dalam prelude persetujuan itu dan menjadi patokan yang membimbing hubungan kedua negara. Ini merupakan pertama kali lima prinsip hidup berdampingan secara damai ditulis dalam dokumen resmi yang ditandatangani antar negara.
Bulan Juni tahun 1954, Perdana Menteri Zhou Enlai mengadakan kunjungan ke India dan Burma selama reses Konferensi Jenewa.
Dari tanggal 24-28 Juni tahun 1954, Zhou Enlai mengunjungi India. Selama kunjungan, Zhou mengadakan 4 kali pembicaraan resmi dengan Nehru. Dalam pembicaraan, kedua perdana menteri membahas bersama masalah bagaimana menghapuskan kekhawatiran sejumlah negara terhadap dua negara besar Tiongkok dan India, serta masalah pembinaan saling percaya dan pengembangan hubungan persahabatan. Zhou Enlai menunjukkan, politik damai yang dilaksanakan Tiongkok Baru ialah hidup rukun dengan berbagai negara Asia berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan, saling tidak mengagresi, saling tidak mengintervensi urusan intern, sama derajat dan saling menguntungkan dan lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Kami hendaknya menegakkan teladan kepada dunia dengan lima prinsip tersebut, dan membuktikan dapat hidup berdampingan secara damai. Nehru menyatakan setuju, dalam resepsi untuk kehormatan Perdana Menteri Zhou tanggal 26 Juni, Nehru dalam sambutannya menilai tinggi lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Nehru mengatakan, kedua negara belum lama berselang telah memperoleh kebebasan dan kesempatan mengatur nasibnya sendiri berdasarkan keinginannya sendiri. Dewasa ini,, masalah penting yang dihadapi dunia ialah bagaimana melenyapkan bayangan gelap perang, ketakutan dan dendam yang menekan begitu banyak negara dan rakyat. Pada akhirnya, Tiongkok dan India menandatangani persetujuan terkait, dalam proses penandatanganan, kami mentapkan sejumlah prinsip yang hendaknya menjadi pembakuan hubungan Tiongkok-India. Prinsip tersebut ialah mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah setiap negara, saling tidak mengintervensi urusan intern, sama derajat dan saling menguntungkan serta hidup berdampingan secara damai. Prinsip tersebut tidak saja cocok bagi Tiongkok dan India, juga cocok bagi negara lainnya. Terhadap negara lain, prinsip tersebut dapat dijadikan teladan. Kalau prinsip-prinsip tersebut dapat diakui dalam lingkungan yang lebih luas, maka, ketakutan terhadap perang juga akan lenyap, semangat kerja sama internasional juga dapat dikembangkan. Zhou Enlai dalam sambutannya mengatakan, bulan April tahun ini ditandatanganinya oleh Tiongkok dan India persetujuan perdagangan dan perhubungan tidak saja menigkatkan persahabatan Tiongkok-India, juga memanifestasikan lima prinsip hidup berdampingan secara damai dan prinsip lainnya. Ini menyediakan teladan baik antar negara mengenai penyelesaian masalah melalui konsultasi. Rakyat Asia mendambakan perdamaian. Ancaman terhadap perdamaian Asia kini datang dari luar. Akan tetapi, Asia sekarang bukannya Asia yang kemarin, era kekuatan ekstern dengan bebas menentukan nasib Asia telah berlalu.
Kedua perdana menteri Tiognkok dan India membahas urusan terkait kedua negara, khususnya membahas masa depan damai Asia Tenggara, penyelesaian damai masalah Indocina Konfersni Jenewa. Tanggal 28 juni, kedua perdana menteri Tiongkok-India mengeluarkan pernyataan bersama. Pernyataan menunjukkan: " Baru-baru ini Tiongkok dan India pernah mencapai suatu kesepakatan. Dalam kesepakatan itu, telah menetapkan sejumlah prinsip yang membimbing hubungan antara kedua negara. Prinsip-prinsip itu sebagai berikut. Pertama, saling menghormati kedaulatan wilayah. Kedua, saling tidak mengagresi. Ketiga, saling tidak mengintervensi urusan intern. Ke-empat, sama derajat dan saling menguntungkan. Kelima, hidup berdampingan secara damai.
1 2 3 4
|