Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-04-13 15:07:37    
Hidup Berdampigan Secara Damai Adalah Tuntutan Sejarah

cri

Setelah Perang Dunia ke-2 berakhir, perjuangan negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin berkembang menggelora , satu demi satu negara mencapai kemerdekaan dengan membebaskan diri dari belenggu kolonialisme. Akan tetapi, imperialisme dan kolonialisme tidaklah rela , mereka berdaya upaya merebut kembali daerah penguasaannya yang hilang dengan jalan mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, mengancam dengan kekuatan bersenjata bahkan menggunakan kekuatan bersenjata. RRT justru dilahirkan pada periode tersebut , dua kubu besar di dunia internasional berkonfrontasi dengan serius, balas membalas, negara-negara yang pernah mengalami dua kali perang dunia mendambakkan perdamaian dan menentang perang. Dibawah situasi demikian, negara yang memperoleh kemerdekaan secara mendesak memerlukan pembinaan hubungan internasional tipe baru yang sama derajat, untuk memelihara kedaulatan negara, mengembangkan ekonomi nasional , mengubah hubungan internasional lama yang digalang diatas dasar kolonialisme dan hukum rimba.

Tiongkok Baru setelah didirikan menghadapi lingkungan internasional yang serius. AS menjalankan pengisolasian politik, blokade ekonomi dan ancaman militer terhadap Tiongkok. Karena rintangan yang diletakkan AS, tak sedikit negara Asia mempunyai keraguan dan kesalah-pahaman terhadap Tiongkok. Oleh karena itu, Tiongkok Baru sangat membutuhkan diadakan dan dikembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan segala negara yang cinta damai, negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaan lebih-lebih negara-negara di sekitarnya. Dengan demikin, baik dilihat dari tuntutan rakyat berbagai negara dunia maupun dari keinginan bersama negara merdeka dan berdaulat yang baru dan Tiongkok Baru, semuanya mengharapkan sedini mungkin menetapkan prinsip pokok yang adil dan rasional dalam menangani secara menyeluruh hubungan internasional.

Selama kunjungan perdana Ketua Mao Zedong di Uni Soviet, PM Zhou Enlai yang merangkap Menteri Luar Negeri bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia -------- pada tanggal 14 Februari tahun 1950 menandatangani Perjanjian Persahabatan, Persekutuan dan Saling Membantu Tiongkok-Uni Soviet yang menetapkan bahwa berdasarkan semangat persahabatan dan kerja sama, menaati prinsip sama derajat, saling menguntungkan, saling menghormati kedaulatan negara dan keutuhan wilayah serta tidak mengintervensi urusan dalam negeri, mengembangkan dan mengkonsolidasi hubungan persahabatan antara kedua negara. Pada awal tahun 1950-an, Ketua Mao berulang kali menekankan, mempersatukan segala kekuatan di dunia yang dapat dipersatukan, menentang bersama agresi dan intrik perang imperialis, memperjuangkan perdamaian kekal abadi di dunia dan mengembangkan usaha progresif umat manusia; kami tidak ekspansi ke tempat manapun dan kami juga tidak memperbolehkan imperialisme mengagresi kami lagi; urusan berbagai negara di seluruh dunia hendaknya dikelola oleh rakyat berbagai negara sendiri dan urusan Tiongkok harus ditangani rakyat Tiongkok sendiri, tidak boleh dicampuri sedikitpun oleh negara manapun, Tiongkok juga mutlak tidak mencampuri urusan intern negara lain; Tiongkok bersedia hidup berdampingan secara damai dengan segala negara termasuk AS. Sejak didirikannya Tiongkok Baru sampai tahun 1953, Tiongkok telah menggalang hubungan diplomatik dengan 19 negara dan 7 di antaranya adalah negara tetangga.

PM Zhou Enlai adalah partisipan dan pemimpin langsung dalam pengambilan kebijakan hubungan luar negeri Tiongkok Baru. Beliau dengan menaati pikiran pengambilan kebijakan Mao Zedong tersebut menyimpulkan praktek hubungan luar negeri setelah pembentukan negara dan pengalaman sejarah hubungan internasional, pada akhir tahun 1953 untuk pertama kali mengemukakan lima prinsip hidup berdampingan secara damai.


1  2  3  4