Hangzhou--Surga Bumi
  2009-08-26 16:01:33  CRI

Hangzhou juga merupakan pusat politik, ekonomi, kebudayaan dan transportasi di provinsi Zhejiang juga kota penghasil sutera terbesar di Tiongkok dan mempunyai sejarah lebih dari 1000 tahun dalam pengelohan teh, memiliki beberapa industri penting yang menjadi penyangga kota ini, antara lain, industri mesin, bahan tekstil, dan kimia dengan menghasilkan GDP tahunan di atas 7,72 miliar yuan RMB.

Sementara itu, di Hangzhou terdapat berbagai hasil produksi dari penduduk setempat, seperti teh Longjing, anggur beras Shaoxing, kain sutera, payung sutera khas Danau Barat, barang-barang yang terbuat dari bambu, seperti sumpit bambu Danau Barat, berbagai karya pahatan batu Qingtian, pahatan kayu Dongyang, dan lain sebagainya.

Iklim di Hangzhou saat itu sangat bagus dan nyaman, musim semi di Hangzhou telah benar-benar hadir, sepanjang jalan kita bisa melihat pohon-pohon kembali dirimbuni oleh daun-daun nan hijau, sementara kuntum-kuntum bunga pun bermekaran di sana-sini dengan aneka warna, merah, kuning, hijau, dan putih. Kesemuanya sangat mendukung bagi kegiatan berpariwisata.

Karena iklimnya yang nyaman dan kotanya yang bagus, konon ada pepatah Tiongkok yang menyatakan, "jika di atas adalah surga, maka di bawah adalah Hangzhou dan Suzhou." Pepatah ini diperkuat juga dengan pandangan dari seorang pelayar terkenal, Marco Polo yang dahulu sempat singgah ke kota Hangzhou, dan menyatakan, "bahwa Hangzhou adalah kota yang paling indah dan luar biasa di dunia." Kesemua ini menjadi bukti bahwa Hangzhou merupakan kota yang layak untuk dijadikan sebagai tempat wisata terbesar di seluruh Tiongkok.

Daya tarik

Dalam wisata saat itu yang kami lakukan, kebetulan kami bertemu dengan seorang pengurus perjalan sehari atau boleh dikatakan guide tour di stasiun kereta Shanghai, maka kami memutuskan untuk bergabung dengan tour ini. Di samping kami bisa menghemat waktu, selain itu juga tidak perlu pusing untuk mencari berbagai informasi mengenai tempat-tempat wisata mana saja yang menjadi tempat utama di Hangzhou yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan ? Semuanya sudah diatur oleh pengurus wisata.

Begitu tiba di stasiun kereta Hangzhou, kami langsung disambut oleh pengurus wisata dan bus besar yang akan membawa rombongan kami sekitar 30 orang.

Di dalam bus, pemandu wisata ini dipimpin oleh seorang wanita yang ramah dan lincah, tidak henti-hentinya beliau berbicara menjelaskan berbagai hal mengenai Hangzhou dan tempat-tempat yang akan kami kunjungi kelak. Sekitar ada 6 tempat wisata yang yang paling sering dikunjungi atau menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik dalam maupun manca negara, antara lain : Danau Barat atau Xihu, Kuil Lingyin, Enam pagoda, Gua Naga Kuning, Tempat Produksi Sutera, dan teh.

Tempat pertama yang kami kunjungi ialah Danau Barat atau Xihu, dengan mengendarai kapal boat, kami mengelilingi dan menyebrangi danau ini. Di sepanjang pelayaran tersebut kami dapat meresapi angin sejuk yang menerpa muka dan menikmati pemandangan indah di sekeliling danau tersebut. Danau ini dikelilingi oleh berbagai bukit kecil dan besar. Pelayaran kami akhiri dengan mengunjungi taman di sekitar Danau Barat, yang dihiasi dengan kolam ikan kecil yang berisikan ikan warna-warni, merah dan kuning, pepohonan, dan bunga warna-warni. Tak ketinggalan pula para pedagang yang menjual aneka suvenir dengan harga yang pantas.

1 2 3 4
Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040