Anhui: Kebanggaan Masa Lalu, Industri Masa Kini
  2011-12-09 11:05:39  CRI

-- By Dharmawan

Kelabunya kabut tebal dan dinginnya rintik hujan menyambut kami saat mendarat di bandara Hefei yang terbilang cukup sederhana. Pesawat kami berputar-putar cukup lama di udara sebelum mendarat, susah menembus kelabu pekat yang merata di seluruh penjuru. Di bulan November ini, hujan adalah keseharian. Jalanan begitu lengang, kami memasuki kawasan distrik baru pemerintahan yang disiapkan untuk menjadikan ibukota Provinsi Anhui ini menjadi kota berstandar internasional.

Pemandu lokal dengan penuh bangga mengisahkan betapa penting arti kota Hefei dalam sejarah Tiongkok. Jaksa Bao, hakim legendaris yang terkenal karena keadilannya, adalah putra kebanggaan kota Hefei. Kisah legendaris Tiga Kerajaan alias Sam Kok, juga punya kaitan erat dengan kota ini, ia berkata. Sang filsuf Laotzu, ahli pengobatan Hua Tuo, seniman Hu Shi, sampai presiden Tiongkok sekarang Hu Jintao, semua adalah bagian dari kebanggaan provinsi ini. Dan jangan lupa, gunung megah Huangshan yang sudah menjadi trademark utama di sini, yang karena keindahannya sejak ribuan tahun lalu dikenal di Tiongkok dengan pameo: siapa pun yang pergi ke Huangshan tidak perlu melihat gunung lain mana pun.

Di tengah lengangnya jalanan Hefei, terlihat sesuatu yang pasti: perubahan. Di mana-mana di sudut kota yang sedang menggeliat ini, alat derek konstruksi terlihat sibuk membangun barisan gedung yang sebentar lagi akan mencakar langit. Megaproyek dengan arsitektur futuristik berderet di sepanjang jalan. Auditorium, teater, stadium, hotel berbintang lima, ..., dan segera mereka akan memiliki bandara internasional modern berkelas dunia---yang kata seorang warga setempat akan berukuran hampir menyamai Bandara Internasional Beijing.

1 2 3 4
Stop Play
Terpopuler
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
• Turis Tiongkok ke Thailand Tercatat 330 Ribu Selama Liburan "1 Oktober"
• Dialog Penegakan Hukum dan Keamanan Cyber Tiongkok-AS Digelar di Washington
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040